Showing posts with label Cara Menanam. Show all posts
Showing posts with label Cara Menanam. Show all posts

Sunday, December 6, 2020

CARA MENANAM KANGKUNG DENGAN METODE HIDROPONIK




Menurut BPS 2012, jumlah konsumsi kangkung di Indonesia mencapai 1,02 juta sedangkan produksinya hanya 350,879ton pada tahun 2012. Sayangnya jumlah produksi kangkung darat tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya pengetahuan orang mengenai cara menanam kangkung yang benar.

Melonjaknya konsumsi kangkung di Indonesia dikarenakan meningkatnya kesadaran manusia akan hidup sehat membuat penjualan sayur seperti kangkung ikut melonjak. Oleh karena itu, dibutuhkan lebih banyak lagi orang untuk mengetahui cara menanam kangkung yang benar.

Cara menanam kangkung sering diterapkan oleh banyak orang karena tanpa menggunakan alat yang rumit ataupun lahan luas, kangkung dapat dibudidayakan.

Tanaman yang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara ini sering diolah menjadi masakan lezat dan kaya akan nutrisi untuk tubuh. Itu sebabnya tanaman kangkung ini mulai banyak dibudidayakan secara mandiri.


Tanaman kangkung dengan nama latin Ipomoea Aquatica ini mempunyai dua jenis berdasarkan tempat tumbuh dan berkembang. Untuk tanaman kangkung darat, proses pertumbuhannya memanfaatkan tanah sebagai medianya.

Sedangkan tanamanan kangung air, membutuhkan banyak air untuk memberikan nutrisi yang cukup untuk kangkung. Ragam dari jenis tanaman kangkung inilah yang menjadikannya mudah ditemukan.

Manfaat Kangkung

Pada dasarnya, semua sayur sangat bagus untuk kesehatan manusia. Namun, tahukah apa saja khasiat dari sayur yang lezat ini? Dan apa saja khasiatnya untuk tubuh manusia? Untuk mengetahui lebih detail, berikut adalah manfaat dan khasiat sayur kangkung:


1. Kaya Vitamin A – Menjaga Kesehatan Mata

Salah satu vitamin yang banyak berada di kangkung adalah vitamin A. Vitamin ini sangat baik untuk kesehatan mata karena dapat melindungi kornea dari infeksi maupun bakteri.

Dengan rajin mengkonsumsi sayuran ini, maka cairan mata akan terus produksi agar mata tidak sampai kering. Oleh karena itu, mengkonsumsi sayur ini sangat baik untuk kesehatan mata manusia.

2. Mengandung Yodium & Seng yang Tinggi

Jika ada yang menderita anemia, salah satu obat alternatif yang dapat menyembuhkannya adalah kangkung. Karena sayuran ini mengandung yodium dan seng yang cukup tinggi. Bahkan setiap 1 ons kangkung mengandung 2.2 mili gram yodium dan seng.

Jumlah ini dapat mencukupi kebutuhan yodium dan seng manusia. Sehingga, jika ada yang merasa pusing karena anemia, maka salah satu solusi termudahnya adalah dengan mengkonsumsi yodium dan seng.

3. Kaya Serat

Bagi yang mengalami kesulitan untuk buang air besar, maka cobalah mengkonsumsi sayuran dan buah yang tinggi serat. Salah satunya adalah sayuran kangkung yang kaya akan serat juga selain vitamin. Dengan mengkonsumsi sayuran ini secara rutin, maka badan akan lebih mudah untuk buang air besar.

Jadi dengan banyaknya manfaat sayuran kangkung, tidak heran jika banyak orang yang belajar mengenai cara menanam kangkung yang benar. Selain untuk kebutuhan konsumsi pribadi, hasil tanam kangkung juga bisa dijual ke masyarakat.

Jenis Kangkung yang Populer di Indonesia


Tidak banyak orang yang tahu, namun jenis kangkung sebenarnya ada dua macam, yaitu kangkung darat dan kangkung air. Perbedaannya terletak dari media tanam dan area terbaik untuk penanamannya.

Secara fisik, kedua jenis kangkung terlihat sama karena sama-sama berwarna hijau. Namun kangkung darat memiliki ujung daun yang agak runcing sedangkan kangkung air lebih tumpul. Untuk bunganya, biasanya kangkung darat berwarna kuning cerah dan yang air berwarna ungu.

Kangkung darat adalah tanaman yang menggunakan tanah sebagai media tanamnya atau juga bisa menggunakan metode hidroponik. Sedangkan untuk kangkung air hanya dapat tumbuh dengan baik di permukaan air. Jadi, apabila menggunakan media tanah, kangkung tidak akan tumbuh.

Biasanya, kangkung air banyak ditemukan di area persawahan berair seperti di tepi sungai dan parit. Hal ini berbeda dengan kangkung darat yang bisa ditanam dimana saja asalkan ada tanah yang subur. Pada umumnya, masyarakat lebih mengenal cara menanam kangkung dengan media tanah atau kangkung darat.

Morfologi Tanaman Kangkung

Saat ingin melakukan budidaya tanaman, ada beberapa hal yang wajib untuk diketahui supaya tahu bahwa tanaman tersebut berkembang dengan baik.

Selain menerapkan cara menanam kangkung, hal penting lainnya adalah mengetahui morfologinya. Dengan mengetahui bagian demi bagian dari kangkung, seseorang akan lebih mudah untuk mengenali proses pertumbuhan tanaman ini secara bertahap.

1. Bagian Akar

Tanaman kangkung mempunyai jenis akar tunggang yang mampu tumbuh dan memanjang hingga mencapai ukuran 100 sentimeter.

Dengan akar yang panjang, tanaman kangkung memanfaatkan bagian bawah tanah untuk terus menjalar dan menjadikan kangkung mampu berdiri dengan kokoh. Terlebih lagi untuk jenis kangkung air, pertumbuhan akarnya dapat tumbuh hingga mencapai 150 sentimeter.

2. Bagian Daun

Ciri khas daun tanaman kangkung adalah bentuknya memanjang dan bagian ujungnya runcing, meskipun ada yang berujung tumpul.

Daun kangkung juga tumbuh dan melekat pada tangkai, tepatnya di buku-buku batang tanaman kangkung. Warna dari daun kangkung sendiri juga unik, pada bagian atasnya berwarna hijau tua, sedangkan bagian bawahnya berwarna hijau muda.

3. Bagian Bunga

Tanaman kangkung mempunyai jenis bunga yang indah ketika sudah tumbuh dengan sempurna. Warna dari bunga kangkung juga sangat unik dan ditentukan berdasarkan tempat tumbuhnya kangkung itu sendiri.

Untuk tanaman kangkung air, warna dari bunga yang dihasilkan mempunyai warna putih kemerahan. Sedangkan tanaman kangkung darat mempunyai warna antara putih atau merah.

4. Bagian Buah

Buah dari tanaman kangkung termasuk dalam kategori ukuran kecil, yaitu berkisar 10 milimeter saja. Saat usia buah masih muda, warna yang dihasilkan adalah hijau dan berubah menjadi coklat saat memasuki usia tua.

Perbedaan warna ini untuk mempermudah siapa saja yang melakukan budidaya kangkung hanya dengan melihat perubahan warna pada buahnya.
5. Bagian Biji

Biji menjadi cikal bakal tanaman kangkung untuk dapat tumbuh dengan baik dan posisinya melekat pada buah. Bentuk dari biji kangkung dapat dikatakan cukup unik.

Jika umumnya biji tumbuhan berbentuk bulat, namun biji ini mempunyai bentuk persegi dan oval. Untuk satu wadah penanaman kangkung biasanya membutuhkan sekitar dua sampai tiga buah biji.

Persiapan Sebelum Menanam Kangkung

itamakroa.wordpress.com

Sebelum menerapkan cara menanam kangkung, alangkah baiknya untuk mempersiapkan segala keperluan supaya proses penanamannya berjalan dengan baik.

Meskipun tergolong mudah, namun jika tidak diperhitungkan dengan baik, maka dapat dipastikan tanaman kangkung tidak dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, dibawah ini terdapat beberapa hal yang wajib dipersiapkan sebelum menanam kangkung.

1. Benih Kangkung

Benih berkualitas akan menghasilkan tanaman yang mampu tumbuh dengan baik. Usahakan saat mencari benih kangkung, jangan sampai mendapatkan benih yang usianya sudah mencapai satu tahun.

Hal ini mempunyai tujuan untuk menjaga kualitas dari benih itu sendiri. Jika usia benih terlalu tua, maka pertumbuhan dari tanaman kangkung itu sendiri tidaklah maksimal.

2. Lahan Penanaman

Kondisi tanah juga patut diperhatikan sebelum digunakan sebagai tempat benih akan ditanam. Ini dikhususkan untuk tanaman kangkung darat, tanah yang baik adalah sudah melalui proses penggemburan.

Tujuan dari penggemburan tanah adalah untuk memperkaya nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dengan subur. Jika tanah tidak digembur, maka pertumbuhan kangkung akan terhambat.

3. Nutrisi Tanaman

Kondisi tanah yang gembur memang sudah kaya akan manfaat untuk tambahan. Namun untuk memastikan tanah dalam kondisi baik, penambahan nutrisi juga dapat dilakukan.

Untuk meningkatkan kadar asam pada tanah, menggunakan pupuk kompos adalah solusinya. Namun jika menemukan kondisi keasaman pada tanah terlalu tinggi, maka dapat dinetralisir dengan menggunakan kapur dolomit.

4. Media Tanaman

Salah satu alasan mengapa budidaya kangkung banyak dilakukan adalah karena tidak membutuhkan media yang besar untuk menanamnya. Pilihan yang dapat digunakan sebagai media tanaman adalah polybag.

Selain mempunyai harga yang terjangkau, polybag sangat cocok digunakan pada lokasi yang tidak mempunyai ukuran yang luas. Contohnya saja seperti rumah ataupun green house.

5. Teknik Penanaman

Untuk budidaya kangkung darat, ada dua teknik yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan. Teknik penanaman tersebut adalah generatif dan vegetatif.

Teknik generatif memanfaatkan biji kangkung yang disematkan pada bagian dalam tanah, sedangkan vegetatif menggunakan teknik stek. Kedua teknik tersebut mampu menghasilkan kangkung berkualitas, asalkan dalam setiap pertumbuhannya harus teliti dan telaten.

Langkah Mudah Cara Menanam Kangkung di Polybag


Jika sudah mempersiapkan segala kebutuhan utama untuk budidaya tanaman ini, saatnya menerapkan cara menanam kangkung dengan langkah yang sangat mudah.

Terdapat empat tahapan yang pastinya tidak sulit untuk dilakukan, terlebih lagi untuk orang-orang yang melakukan budidaya sendiri di rumah. Berikut ini penjelasan secara detail mengenai tahapan demi tahapan menanam kangkung.

1. Tahapan Pertama

Siapkan polybag sebagai media dalam menanam kangkung. Masukkan perlahan tanah yang sudah dilakukan proses penggemburan ke dalam polybag hingga penuh.

Penggunaan polybag lebih disarankan dibandingkan dengan pot untuk yang melakukan penanaman kangkung di rumah dan dikonsumsi pribadi. Hal ini dikarenakan ukuran dari polybag kecil dan lahan yang dibutuhkan sangat minim.

2. Tahapan Kedua

Gunakan sekop kecil untuk membuat lubang pada bagian tengah tanah. Untuk kedalaman lubang, ukuran yang tepat mencapai 10 sentimeter saja.

Untuk satu polybag dapat membuat dua lubang, dan setiap lubangnya dapat ditanamkan hingga dua benih kangkung. Kondisi benih harus dipastikan berada tepat di bagian dasar tanah untuk memberikan ruang bertumbuh.

3. Tahapan Ketiga

Setelah melakukan proses penanaman benih tanaman kangkung ke dalam lubang, tahapan ketiga adalah menimbun lubang tersebut dengan tanah secara perlahan.

Cara ini dipercaya mampu menjaga kondisi benih tanaman kangkung yang sudah tertanam meskipun dengan tanah. Jika dilakukan penimbunan secara langsung, maka bisa saja kondisi bibit yang awalnya bagus menjadi rusak.

4. Tahapan Keempat

Tahapan terakhir dalam proses penanaman kangkung adalah memberikan pupuk kompos pada bagian atas tanah.

Meskipun sebelumnya penggunaan tanah sudah diproses dengan penggemburan dan pemberian pupuk kompos, namun melakukan pemberian tambahan pupuk memastikan biji tanaman kangkung mempunyai cadangan nutrisi untuk terus bertumbuh kedepannya.

Jadi ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan mengetahui cara menanam kangkung. Selain bisa mendapatkan banyak vitamin yang ada pada sayur tersebut, orang juga bisa mulai usaha dengan menjual hasil tanamnya.

Cara menanam kangkung pun sangat mudah dan tidak membutuhkan lahan maupun modal yang besar. Bahkan untuk kangkung darat dapat menggunakan metode hidroponik untuk mendapatkan sayuran yang segar dan lezat.

Thursday, July 28, 2016

CARA MENANAM JERUK NIPIS



Tanaman jeruk nipis ini mempunyai pohon yang setinggi sekitar 1,5 hingga 3,5 m dengan buah dan daunnya yang lebat. Buah jeruk nipis ini mempunyai tingkat keasamaan yang sangat tinggi dengan memiliki aromanya yang sedap. Pada jeruk nipis memiliki kandungan vitamin B dan C sehingga sangat baik apabila dikonsumsi sebagai penambah daya tahan tubuh. Mengingat yang banyak sekali menfaatnya sebaiknya mencoba untuk menanam dikebun atau lahan yang dimiliki, Nah berikut ini ialah panduan membudidayakan jeruk nipis yang perlu untuk diketahui selengkapnya :

Syarat Tumbuh Tanaman Jeruk Nipis
  • Memiliki ketinggian tempat : 200 m hingga 1.300 m diatas pemukaan laut
  • Memiliki curah hujan tahunan : 1.000 mm hingga 1.500 mm/tahun
  • Bulan basah ( diatas 100 mm/bulan ) : 0 bulan hingga 6 bulan
  • Memiliki suhu udara : 200 C hingga 300 C
  • Dengan kelembapan : sedang hingga tinggi
  • Penyinaran : sedang
  • Media Tanam
  • Jenis :latosol, aluvial, dan andosol.
  • Tekstur : lempung yang berpasir lempung dan lempung liat. Tanah yang baik ialah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%, debu 25-50% dan pasir < 50%, cukup humus, tata air dan udara baik.
  • Drainase : baik
  • Memiliki kedalaman air tanah : 40 cm hingga 170 cm dari permukaan tanah.
  • Memiliki kedalaman perakaran : dibawah 40 cm dari permukaan tanah.
  • Kemasaman ( pH ) : 4 hingga 9 dengan pH optimum 6
  • Dengan tingkat kesuburan : sedang hingga tinggi
  • Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150 hingga 200 cm dibawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.
Iklim Yang Cocok Untuk Tanaman Jeruk Nipis

Kecepatan angin yang melebihi dari 40 hingga 48 %, dapat merontokkan bunga dan buah. Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tergak lurus dengan arah angin. Tergantung pada spesiesnya jeruk ini memerlukan 5-6, 6-7 atau 9 bulan basah ( musim hujan ). Bulan basah ini sangat diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. Di wilayah Indonesia sendiri tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama pada bulan juli hingga agustus. Tanaman ini harus memiliki temperature optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. jeruk keprok memerlukan temperature 29 derajat celcius. Untuk semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindungi dari sinar matahari dan memiliki kelembapan optimum untuk pertumbuhan tanaman jeruk ini sekitar 70 hingga 80%.

Pembibitan

Secara umum pada jeruk nipis dapat dikembangbiakkan secara generative, vegetative atau okulasi. Pengembangbiakan vegetative bisa diperoleh dari cangkokan, generative melalui biji dan dengan okulasi. Dengan cara menempel mata tunasnya pada batang pohon jeruk manis, jeruk sitrum dan jeruk nipis itu sendiri. Penyambungan dapat dilakukan setelah memiliki umur 16 bulan. Biarkan tempean selama 1 tahun di pohon tempelan.

Pengolahan Lahan

Untuk pengolahan tanah dilakukan setelah gulma dan rumput liar sudah dibersihkan. Buat lubang penanaman 2 hingga 4 sebelum melakukan masa tanam dengan memiliki ukuran lubang berkisar 80 x 80 x 80 cm. lalu masukkan pupuk kandang atau pupuk buatan pada lubang tanam. Kemudian atur jarak tanam berkisar 5 x 5 meter.

Perawatan

Perawatan tanaman jeruk ini dengan melakukan penyiangan setelah gulma dan rumput liar tumbuh lebat, berikan pengairan yang cukup saat lahan mengering. Kemudian berikan pemupukan lanjutan setiap satu lubang tanam sekitar 6 sampai 16 kg pupuk kandang dan 1,5 kg TSP. pemupukan lanjutan sebaiknya dilakukan saat tanaman menginjak umur 4 tahun. Pangkas cabang primer sampai tinggi sekitar 20 cm. lalu lakukan juga pemangkasan pada batang tanaman yang berada 60 cm dari atas tanah. Selanjutnya biarkan masing-masing cabang tinggal 3-4 tunas tumbuh pada tanaman setelah pemangkasan ditahun pertama.

Pemanenan

Untuk jeruk nipis ini sudah mulai berbuah di umur 3 tahun, sedangkan pada umur 4 hingga 5 tahun rata-rata bisa menghasilkan sekitar 20 kg buah dan bahakan bisa mencapai 50 kg buah setelah masuk umur 6 sampai 15 tahun. Jeruk nipis ini bisa dipanen buahnya setelah 7 hingga 8 bulan setelah berbunga.

Ruangtani.com

Wednesday, July 27, 2016

CARA MENANAM KEMANGI


Tanaman Kemangi (Ocinum Canum) adalah tanaman sejenis perdu yang memiliki daun yang beraroma wangi yang khas. Selain diambil daunnya sebagai lalapan, bijinya dari dalam bunga yang sudah tua dan mengering bisa dijadikan bahan untuk isi minuman es atau dawet. Kemangi bisa tumbuh dimana saja bahkan di lahan yang tidak terlalu subur. Cara tanam dan perawatannya juga sangat mudah, sehingga bisa ditanam oleh siapa saja. Anda juga bisa menanamnya di ladang maupun pot atau pekarangan rumah sebagai tanaman hias atau tanaman konsumsi. Anda ingin mencoba menanamnya? Berikut adalah panduannya:

Pembibitan

Pembibitan dimulai dengan menyemaikan benih yang didapat dari bunga kering idukan. Sebar benih kedalam wadah semai dan sirami setiap hari sampai tumbuh bibit kemangi. Setelah bibit mencapai umur 1 bulan, cabut dan pindahkan pada lahan tanam. Penanaman bisa serentak sekaligus atau sebagian yang tujuannya sebagian lagi untuk penyulaman jika benih yang ada di lahan mati. Anda juga bisa menanamnya daam pot sampai besar.

Pengolahan Tanah dan Penanaman

Tanah yang akan dijadikan media tanam harus sudah diberikan pupuk kandang/kompos sebelum dicangkuli atau dibajak agar tanah gembur dan bernutrisi. Kemudian lahan dibuat bedengan memanjang sesuai luas lahan. Setelah itu buat lubang berjarak 50-60 cm sebagai lubang tanam kemangi. Pilihlah lahan yang tersinari matahari dengan cukup sehingga tanaman kemangi bisa tumbuh dengan baik. Tanam bibit pada lubang-lubang yang tersedia tiap lubang ada dua bibit. Siram secara rutin tiap pagi dan sore hari terlebih saat masa tanam awal.

Pemupukan dan Perawatan

Pemupukan kemangi bisa dilakukan sambil melakukan penyiangan, yaitu saat umur tanaman sudah mencapai 3-4 minggu. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea dengan dosis 150 kg/hektar. Ulangi pemupukan setelah 2-3 minggu kemudian.

Pemanenan

Setelah kemangi berumur 50 hari maka kemangi sudah dipanen daun mudanya untuk lalapan. Jika ingin diambil daunnya maka panen saat bunga belum tumbuh, namun jika ingin dipanen bijinya maka biarkan bunganya tumbuh sampai tua.
Penulis: Iskandar Muda

CARA MENANAM JERUK LEMON




Jeruk lemon atau jeruk sitrun semakin popular saja di kalangan masyarakat kita. Ya, jika jaman dahulu masyarakat kita hanya familiar dengan jeruk purut sebagai bahan pelengkap masakan, maka kini jeruk lemon tampil sebagai bahan pelengkap masakan yang nikmat dan menyegarkan.

Kehadiran chef berpengalaman internasional di televise yang senantiasa menggunakan jenis jeruk lemon ini menyebabkan masyarakat antusias untuk menyerbu jeruk lemon sebagai bahan pelengkap sajian hidangan mereka. Ya, jeruk lemon selain berfungsi sebagai pelengkap masakan juga berfungsi sebagai pelengkap minuman yang menyegarkan dan kaya vitamin C. Sebut saja lemon tea yang memiliki banyak penggemar.

Untuk itu, seiring dengan kepopuleran jeruk lemon maka banyak yang mulai membudidayakan jeruk lemon demi memenuhi kebutuhan pasar. Apakah Anda tertarik untuk ikut membudidayakan buah jeruk berwarna kuning mengkilat ini? Berikut ini panduan praktis cara budidaya bagi Anda yang ingin membudidayakannya.

Syarat Tumbuh Tanaman Jeruk Lemon

  • Tanaman jeruk lemon sangat baik ditanam di area yang berkriteria sebagai berikut ini :
  • Tanah yang gembur dan organic. Pastikan bahwa lahan yang akan Anda tanami memiliki kandungan organic yang baik sehingga pohon jeruk lemon dapat tercukupi nutrisinya. Jika Anda ingin menggemburkan tanah dengan menggunakan pupuk, maka pilihlah pupuk organic yang alami dan bebas bahan kimia.
  • Tanah yang akan ditanami memiliki tingkat garam yang rendah.
  • Tanah yang akan ditanami bebas dari gulma dan tanaman pengganggu lainnya.
  • Tanah tidak tergenang air, tidak becek dan tidak terlalu basah.
  • Lahan mendapatkan sinar matahari yang cukup besar.
  • Jeruk lemon dapat tumbuh di dataran tinggi maupun rendah, di daerah tropis seperti negara kita maupun di negara subtropics.

Jika Anda sudah siap memenuhi kriteria tumbuh tanaman jeruk lemon di atas maka kini saatnya mencermati teknik budidaya jeruk lemon yang berurutan, dimulai dari penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemupukan dan pemeliharaan serta pemanenan.

Penyiapan Lahan

Seperti layaknya bercocok tanam jenis pohon jeruk lainnya, Anda perlu menyiapkan lahan yang cukup luas untuk ditanami pohon jeruk lemon. Undukan tanah perlu Anda buat untuk ditanami masing-masing bibit dan berikan jarak antara tanaman jeruk lemon satu dengan lainnya.

Tips: Pilihlah cara tanam yang tepat dengan memperhatikan arah mata angin yang tepat agar sinar matahari dapat menempa langsung pohon jeruk lemon yang Anda tanami. Selain itu, pastikan agar air tidak menggenangi pohon jeruk lemon dengan cara membuat parit-parit kecil sebagai tempat mengalirnya air di kala hujan. Genangan air ini akan menurunkan kualitas dari buah lemon yang dihasilkan.

Perhatikan kedalaman lubang tanaman dan sesuaikan dengan akar bibit agar bibit dapat mencengkeram tanah dengan baik.

Pembibitan jeruk lemon

Cara pembibitan dapat Anda lakukan dengan mendatangkan bibit yang terjamin kualitasnya dan diakui secara legal oleh negara. Pembibitan ini merupakan salah satu kunci penting dari kualitas buah yang akan dihasilkan. Untuk itu, kualitas bibit harus benar-benar Anda perhatikan dengan seksama.

Penanaman Jeruk Lemon

Penanaman dapat Anda lakukan kapan saja karena pada dasarnya pohon jeruk mampu bertahan hidup di segala musim, asalkan cara menanam tepat dan syarat tumbuhnya terpenuhi. Teknik menanam dilakukan dengan menancapkan bibit ke masing-masing undukan tanah yang telah dibuat. Pastikan bibit buah jeruk lemon mendapatkan sinar matahari yang cukup dan air yang tidak berlebihan.

Pemupukan Jeruk Lemon

Pemupukan dapat dilakukan maksimal 4x dalam satu tahun dengan menggunakan kombinasi pupuk yang direkomendasikan seperti pupuk kandang, TPK, ZK dan kompos. Tentunya pemberian pupuk ini harus dilakukan secara bijaksana dan tepat waktu.

Perawatan lain yang perlu diperhatikan adalah pengusiran hama tanaman yang dapat berupa lalat buah, ulat, tungau, dan masih banyak lagi. Anda bisa memasang jebakan untuk mengusir lalat buah atau menyemprotkan zat tertentu untuk menyelamatkan buah dari hama penyerang.

Jangan lupa bagi Anda yang ingin berbudi daya tanaman jeruk lemon, penebangan sebagian batang utama perlu dilakukan untuk peningkatan jumlah cabang sehingga produktivitas pohon jeruk lemon dapat terpelihara dan meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, jumlah buah yang terlalu banyak pada musim panen pertama dapat Anda pangkas untuk produktivitas buah di tahun mendatang.

Pemanenan jeruk lemon

Pemanenan buah jeruk lemon dapat Anda lakukan saat buah benar-benar matang. Pasalnya, buah jeruk merupakan jenis buah yang hanya dapat mematangkan diri di pohon dan setelah dipetik maka ia akan berhenti melakukan proses pematangan. Usia buah yang ideal untuk dipanen adalah 30-36 minggu.
http://1001budidaya.com/