Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Tuesday, November 5, 2019

TEKNIK KULTUR JARINGAN PADA SKALA RUMAH TANGGA


Saat ini, perkembangan teknologi kultur jaringan sudah mulai menampakkan geliatnya. Hal ini disebabkan oleh bibit tanaman yang dihasilkan dapat diperoleh secara serentak dan seragam serta dalam jumlah yang banyak. Sejatinya, sistem kultur jaringan tidaklah rumit dan susah. Syarat utamanya adalah mengenal tahapan-tahapan yang diperlukan untuk membiakkan tanaman dan ruang kerja yang digunakan harus terjaga kesterilannya.

Dalam pengaplikasian teknologi kutur jaringan skala rumah tangga, Anda dapat memodifikasi ruangan rumah Anda menjadi seperti dilaboratorium. Ruangan dapur dapat digunakan sebagai ruangan sterilisasi. Ruang kamar atau ruang kosong dapat digunakan sebagai ruang persiapan alat-alat laboratrium dan bahan-bahan kimia. Disini, juga perlu disiapkan kulkas khusus sebagai tempat penyimpanan berbagai hormon dan larutan.

Ruang inkubasi merupakan ruang yang diperlukan untuk meletakkan eksplan yang akan dikultur. Anda bisa menggunakan garasi mobil, beranda, atau halaman rumah. Namun, yang perlu diperhatikan, ruangan ini harus terjaga kesterilannya, dan memiliki suhu stabil 25ᵒC. Anda bisa menggunakan lampu neon 40 watt sebanyak 2 buah yang diletakkan 40 cm dari media kultur.

Ruangan ini juga bisa dijadikan sebagai ruang inokulasi (penanaman) sehingga perlu menyiapkan LAF (Laminar Air Flow Cabinet) sebagai tempat melakukan penanaman eksplan ke dalam botol.

Tahapan Perbanyakan Tanaman dengan Sistem Kultur Jaringan

Dalam memperbanyak tanaman dengan sistem kultur jaringan, dibutuhkan setidaknya 5 tahapan yang harus dilakukan antara lain pemilihan dan penyiapan sumber eksplan, inisisasi kultur, multipikasi/perbanyakan, subkultur pemanjangan tunas, dan aklimatisasi plantet ke lingkungan.

Beberapa Teknik Kultur Jaringan Skala Rumah Tangga

Kultur jaringan sendiri memiliki banyak teknik dalam pengaplikasiannya. Dalam mengembangkan kultur jaringan skala rumah tangga, tentu sedikit berbeda dengan kultur jaringan skala industri. Anda harus memilih teknik kultur jaringan yang tepat agar tingkat keberhasilannya semakin tinggi.

Sumber: Wikipedia

Berikut ini adalah beberapa teknik kultur jaringan skala rumah tangga yang dapat Anda coba di rumah.
1. Penaburan Biji

Teknik ini biasa dilakukan untuk memperbanyak anggrek. Caranya adalah pilih biji tanaman yag tua namun belum pecah. Bji ini kemudian disterilisasi, bisa dengan dibakar atau direndam ke dalam larutan steril. Setelah itu, biji tua disayat dan akan menampakkan biji muda yang masih hijau. Biji inilah yang akan dikultur untuk memperbanyak anggrek.

2. Stek Mikro

Teknik stek mikro merupakan teknik kutur jaringan dengan cara mengambil bagian tumbuhan, baik daun maupun tunas, yang kemudian dikultur. Teknik ini tergolong teknik yang paling mudah karena jaringan yang diambil sudah merupakan jaringan yang mengarah ke pertumbuhan tertentu.

3. Kultur Meristem

Kultur meristem merupakan salah satu teknik kultur jaringan dimana eksplan yang akan digunakan berupa jaringan meristematik. Jaringan meristem dipilih karena cenderung stabil sehingga tanaman yang dihasilkan akan identik dengan donornya.

4. Kultur Kalus

Kalus merupakan satu kumpulan sel yang berasal dari sel-sel jaringan yang mengalami pembelahan secara terus menerus dan berpotensi membentuk akar, tunas, atau embrio yang akan berkembang menjadi plantlet. Tujuan dari kultur kalus ini adalah untuk memproduksi plantlet secara besar-besaran dan juga menghasilkan variasi aksomal dan memproduksi metabolit sekunder.

5. Penggandaan Kromosom (poliploidi)

Teknik ini biasa digunakan untuk membuat tanaman raksasa atau tanaman yang ukurannya lebih besar dari ukuran aslinya. Hal ini biasa dilakukan dengan menggunakan teknik penggandaan kromosom atau cloning.

Caranya yaitu dengan memberikan zat penghambat yang disebut kolkisin. Kolkisin memiliki keampuan untuk melipatgandakan kromosom. Namun, yang perlu diingat adalah pemberian kolkisin dilakukan pada saat pertumbuhan sel tanaman mencapai tahap telofase.

Wednesday, October 9, 2019

CONTOH TANAMAN KULTUR JARINGAN


Dunia tumbuhan adalah salah dunia yang bisa dikatakan sangat beragam dan bermacam-macam. Bahkan bisa dikatakan ada banyak sekali jenis tumbuhan yang hidup dan berkembang di dunia. Tak sedikit pula tanaman yang masih belum diketahui nama, dan bahkan belum ditemukan secara pasti. Hal ini seperti membuktikan bahwa, dunia tumbuhan adalah sebuah dunia yang sangat luas dengan berbagai macam jenis yang berbeda-beda.

Setiap jenis tumbuhan memiliki karakteristik dan ciri hidup yang berbeda. Begitu juga dengan cara mereka berkembang biak serta mendapatkan makanan. Selain itu setiap tumbuhan yang ada juga memiliki tempat hidupnya masing-masing. Lokasi lingkungan tumbuh dari suatu tumbuhan akan mempengaruhi siklus hidup dari tumbuhan itu sendiri.

Tumbuhan yang terdiri dari berbagai macam jenis pohon, baik yang berukuran besar hingga perdu-perdu memiliki banyak sekali manfaat dan kegunaan. Namun, salah satu hal yang cukup dari sebuah tumbuhan adalah cara berkembang biak dari tumbuhan tersebut.

Jika membahas mengenai cara berkembang biak, maka akan berhubungan dengan metode dan cara penyebaran dari tumbuhan itu sendiri. Selama ini kita mengenai perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dan juga perkembangbiakan generatif pada tumbuhan. Dua cara tersebut merupakan cara yang sangat umum ditemukan pada proses perkembangbiakan dari suatu tumbuhan.

Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu cara perkembangbiakan vegetatif yang ada pada tumbuhan. Proses ini disebut sebagai proses perkembangbiakan melalui kultur jaringan. 

Sebelum kita mengenal lebih jauh mengenai contoh tanaman kultur jaringan, maka sebaiknya kita berkenalan terlebih dahulu dengan kultur jaringan itu sendiri. Metode yang satu ini adalah bagian dari perkembangbiakan vegetatif buatan yang dilakukan oleh manusia. Kultur jaringan itu sendiri lebih sering menggunakan jaringan tumbuhan yang masih banyak memiliki beberapa jenis hormon tumbuhan. Secara garis besar terdapat dua macam jenis jaringan yang sering digunakan untuk melakukan proses kultur jaringan.

Jaringan yang pertama adalah jaringan meristematik atau jaringan yang masih sangat aktif melakukan pembelahan, biasanya jaringan ini banyak kita temukan pada daerah tunas apikal, tunas aksiler, bagian tepi daun, ujung akar, maupun kambium batang. Sedangkan, jaringan kedua adalah jaringan perenkima. Jaringan tersebut adalah jaringan yang menyusun tumbuhan muda, dan sudah terdiferensiasi. Jaringan parenkima ini biasa kita temukan pada jaringan daun yang sudah berfotosintesis dan jaringan batang atau akar yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan,

Metode kutur jaringan ini menggunakan media tanam aseptik, atau media tanam yang terhindar dari segala jenis bakteri. Hal tersebut bertujuan agar jaringan yang telah dipilih untuk di kultur tersebut tidak mengalami pembusukan dalam prosesnya. Jika berbicara mengenai contoh tanaman kultur jaringan maka ada beberapa jenis tanaman yang sering melalui proses ini, seperti:

Tanaman Anggrek

Bunga anggrek merupakan salah satu jenis tanaman yang sering menggunakan metode kultur jaringan untuk perkembangbiakannya. Hal ini dikarenakan tanaman anggrek merupakan salah satu tanaman yang terancam keberadaannya. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kultur jaringan. Sebagai salah satu contoh bioteknologi di bidang lingkungan, maka keberadaan dari kultur jaringan memang merupakan sebuah hal yang sangat baik.

Tanaman Tanaman Kina

Kina merupakan salah satu jenis tumbuhan yang lebih berfungsi pada bidang kesehatan. Kultur jaringan pada pohon kina ini sendiri bertujuan untuk mendapatkan senyawa tertentu. Melalui kultur jaringan dan dengan digabung dengan beberapa metode lain, maka dapat dibuat kina dengan beberapa kandungan senyawa kimia yang bermanfaat pada bidang kesehatan.

Tanaman Kelapa Sawit

Pada tumbuhan kelapa sawit kultur jaringan banyak dimanfaatkan untuk mendapatkan bibit unggul. Dengan menggunakan kultur jaringan, maka akan dapat diperoleh calon-calon bibit unggul yang mungkin memiliki kelebihan dari jenis bibit yang lain.

Tanaman Jati mas

Jati merupakan salah satu tanaman komersil yang banyak digunakan dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Hanya saja beberapa jenis jati memiliki pertumbuhan yang bisa dikatakan cukup lama, dan membutuhkan jangka waktu yang panjang. Jati Mas merupakan salah satu jenis jati yang didapatkan dengan metode kultur jaringan. Jenis jati yang satu ini memiliki waktu tumbuh yang lebih cepat, jika dibandingkan dengan jati yang lain. Selain itu jenis jati yang satu ini juga tahan terhadap serangan beberapa jenis penyakit.

TANAMAN KULTUR JARINGAN LAINNYA Adalah : 
  • Pisang abaka
  • Pisang lampung
  • Kayu Putih

Sebagian besar kultur jaringan memang digunakan sebagai media perantara untuk mendapatkan bibit unggul dari jenis tertentu. Namun, untuk beberapa jenis tumbuhan, metode kultur jaringan adalah metode yang tepat untuk menyelematkan dari ancaman kepunahan.

Sunday, May 8, 2016

Fungsi Ilmu Biologi dalam Bidang Pertanian dan Industri

Pemanfaatan biologi juga dapat dirasakan dalam bidang pertanian maupun industri. Ilmu biologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk mahkluk hidup, maka tidak heran kalau manfaat biologi sangatlah beraneka ragam tidak terkecuali dalam bidang pertanian dan industri. 

Lalu apa saja sih peranan bilogi dalam pengembangan dibidang pertanian dan industry? 



Peranan Biologi dalam Bidang Pertanian
Manfaat ilmu biologi dalam bidang pertanian misalnya saja berupa pemilihan bibit unggul untuk memperoleh jenis tanaman yang super maupun hasil yang melimpah. Pemilihan bibit unggul ini dapat dilakukan dengan cara rekayasa genetika pada proses pengembangan tanaman. Selain rekayasa genetika untuk memperoleh bibit unggul, pengetahuan manusia tentang biologi pun mampu menerapkan cara pembudidayaan tanaman dengan tepat baik dalam pengolahan lahan maupun menetapkan waktu bercocok tanam yang tepat.

Banyaknya pemanfaatan ilmu biologi dalam pengembangan dunia pertanian juga ditandai dengan banyaknya cabang ilmu biologi yang berhubungan dengan pengembangan pertanian itu sendiri, misalnya :

  • Anatomi yaitu ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk susunan tubuh mahkluk hidup
  • Bakteriologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk bakteri dan kehidupannya
  • Botani yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tenatang seluk beluk tumbuhan dan kehidupannya
  • Ekologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk mahkluk hidup dengan lingkungan alam tempat tinggalnya atau habitatnya
  • Embriologi yaitu cabang ilmu biolog yang mempelajari seluk beluk perkembangan suatu organism mulai dari telur sampai menjadi embrio
  • Entomologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk serangga dan kehidupannya
  • Evolusi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajar tentang seluk beluk perkembangan mahkluk hidup mulai dari bentuk sederhana hingga bentuk yang kompleks
  • Fisiologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk proses serta kegiatan yang dilakukan mahkluk hidup
  • Genetika yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk penurunan sifat suatu mahkluk hidup kepada keturunannya
  • Higen yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk pemeliharaan kesehatan manusia
  • Histologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk susunan serta fungsi bagian – bagian yang ada pada jaringan mahkluk hidup
  • Mikrobiologi yaitu cabang ilmu biologi yang mek mpelajari tentang seluk beluk organisme renik (mikro) serta kehidupannya
  • Palaentologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk kehidupan mahkluk hidup dimasa lalu serta kehidupannya dengan mempelajari fosil yang berasal dari masa lampau
  • Parasitologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk parasit, baik pengaruh terhadap mahkluk hidup lainnya maupun kehidupannya
  • Patologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit dan pengaruhnya terhadap kehidupan organisme
  • Sitologi yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk susunan serta fungsi bagian – bagian yang ada pada sel mahkluk hidup
  • Virology yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk virus
  • Zoology yaitu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang seluk beluk hewan beserta kehidupannya.
Dengan memanfaatkan cabang – cabang ilmu biologi tersebut, para ahli bisa lebih mudah untuk mengembangkan bidang pertanian sehingga manfaatnya lebih bisa dimanfaatkan secara maksimal. Diantara manfaat biologi dalam bidang pertanian misalnya :
  • Membantu manusia untuk menemukan dan mengembangkan kebutuhan pokok manusia terutama dalam masalah pemenuhan bahan makanan melalui tanaman pertanian
  • Menemukan berbagai macam penyebab dan pengobatan berbagai macam penyakit tanaman pertanian
  • Membantu manusia untuk menemukan bibit – bibit unggul tanaman pertanian yang bisa meningkatkan produksi pertanian sehingga dapat membantu masalah – masalah dibidang pangan

Peranan Biologi dalam Bidang Industri
Seperti halnya dalam bidang pertanian, dalam bidang industri pun pemanfaatan ilmu biologi sangat lah membantu. Perkembangan zaman yang cukup pesat berbanding lurus dengan perkembangan industri guna memenuhi kebutuhan manusia dalam berbagai hal. Jika dahulu manusia hanya memanfaatkan hasil alam untuk memenuhi kebutuhan, namun di zaman yang serba maju ini perkembangan industry sangatlah dibutuhkan sehingga alam dapat diolah menjadi pemenuhan kebutuhan yang lebih besar.

Diantara peranan biologi dalam bidang industry antara lain :
  • Ditemukannya kandungan gula dalam tebu yang membuat perkembangnya pabrik pengolahan tebu untuk memproduksi gula
  • Berkembangnya industry tekstil/kain, kain wol atau sutra yang berasal dari penemuan bahwa serabut biji kapas dan bulu domba dapat diolah menjadi benang serta kepompong ulat sutra yang bisa diolah menjadi sutra
  • Dengan berkembangnya mikrobiologi maka dapat diketahui mengenai struktur maupun sifat – sifat mikroorganisme, baik yang bersifat menguntungkan maupun yang menyebabkan penyakit, sehingga munculah pengembangan industri obat – obatan. Selain itu juga mikrobiologi juga mampu mengembangkan industry makanan dan minuman dengan pemanfaatan mikroba yang berkhasiat untuk obat
Sumber
http://www.abimuda.com/

PENGERTIAN LUAS DARI AGRIKULTUR


Agrikultur adalah proses memproduksi makanan, panganan, serat, dan banyak hasil-hasil kebutuhan lain di sektor pertanian tanaman-tanaman tertentu dan pertambahan hewan-hewan lokal(ternak). Praktek agrikultur dikenal juga sebagai “pertanian”, saat para ahli, penemu, dan lain sebagainya mengubah metode-metode dan peralatan pertanian, dapat dikatakan agrikultur menjadi lebih berguna.


Agrikultur atau disebut juga pertanian merupakan salah satu cabang ilmu biologi. Agrikultur atau Pertanian sendiri merupakan kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.

Kelompok ilmu-ilmu pertanian mengkaji pertanian dengan dukungan ilmu-ilmu pendukungnya. Karena pertanian selalu terikat dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu tanah, meteorologi, teknik pertanian, biokimia, dan statistika juga dipelajari dalam pertanian. Usaha tani (farming) adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya. "Petani" adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh "petani tembakau" atau "petani ikan". Pelaku budidaya hewan ternak (livestock) secara khusus disebut sebagai peternak.

Contohnya seperti di beberapa penjara di sebagian negara menerapkan sikap kemandirian pada setiap tahanan. Hal tersebut menjadikan para tahanan untuk melakukan segala sesuatu kegiatannya sendiri, termasuk dalam hal mengurus makanan. Para tahanan harus bisa mengolah makanannya sendiri untuk bisa hidup. Karena itulah pendidikan tentang agrikultur menjadi modal penting untuk bisa bertahan hidup. Para tahaan diberikan kebebasan untuk menanam apapun yang nantinya bisa untuk dimasak. Bagi yang memiliki hobi agrikulturan pun juga ikut turut serta dalam pekerjaan itu.

SEKILAS INFO TENTANG JURUSAN AGRIBISNIS BIDANG PERTANIAN