Showing posts with label Peluang Usaha. Show all posts
Showing posts with label Peluang Usaha. Show all posts

Monday, November 25, 2019

YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM BERBISNIS PUPUK BAGI PEMULA


Dengan makin banyaknya peluang usaha yang mempunyai prospek cerak pada bidang agribisnis maka saat ini sudah mulai banyak pengusaha – pengusaha pemula yang berbondong – bondong untuk memutuskan membuka usaha pada bidang agribisnis, contohnya seperti toko pupuk pertanian. Menurut pengamatan kami, bisnis pupuk pertanian adalah bisnis yang sangat menjanjikan dan usaha ini tidak pernah sepi konsumen. Saat ini penyebaran toko – toko pupuk pertanian di Indonesia tersebar dengan merata. Baik itu di kota maupun di desa – desa dan rata – rata toko pupuk tersebut untung dalam menjalankan usahanya.

Permintaan pupuk yang tidak pernah sepi ini dikarenakan kebutuhan para petani yang sangat tinggi. Apalagi jika telah memasuki musim tanam, maka toko – toko penjual pupuk akan laris manis diserbu oleh para petani yang hendak membeli pupuk untuk kegiatan bercocok tanam mereka. Baik itu bercocok tanam sayuran, padi, buah – buahan dan lainnya. Berdasarkan hal tersebut di atas maka kerap kali toko – toko tersebut kewalahan dalam menangani pesanan pupuk yang sedemikian besar.

BACA JUGA:

Apabila Anda sedang memikirkan untuk membuka jenis suatu usaha yang menguntungkan untuk saat ini dan untuk saat yang akan datang, maka bisnis pupuk pertanian adalah salah satu jenis usaha yang bisa Anda pertimbangkan. Hal ini dikarenakan potenis keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari bisnis pupuk sangat besar dan tingkat resiko kerugian yang Anda dapatkan sangat rendah. Belum lagi tambahan keuntungan yang didapatkan dari menjual obat – obatan dan alat perlengkapan pertanian. Sungguh sebuah bisnis yang sangat menggiurkan.

Jika Anda berminat dalam menjalankan usaha pupuk pertanian maka kami akan mencoba memberikan gambaran dan penjelasan mengenai langkah – langkah yang harus Anda perhatikan dalam membuka bisnis pupuk pertanian dari awal sampai Anda sukses dalam menjalankan bisnis ini. Adapun beberapa yang harus Anda perhatikan adalah sebagai berikut:

Memperhatikan Prospek Usaha

Sebelum memulai usaha bisnis pupuk maka Anda harus terlebih dahulu melihat prospek dan potensi usaha pupuk pertanian di wilayah Anda. Hal yang harus Anda perhatikan adalah berapa banyak toko pupuk yang ada? Berapa harga pupuk yang ditawarkan? Apa saja jenis pupuk yang dijual? Bagaimana pelayanan yang diberikan oleh toko tersebut?dan lain sebagainya. Teknik ini dinamakan survey pasar dan kelayakan usaha.

Setelah Anda dapatkan data – data di atas dan ternyata hasilnya bahwa di daerah Anda sangat potensial untuk membuka bisnis pupuk pertanian maka langkah selanjutnya adalah keberanian Anda untuk memulai membuka usaha toko pupuk pertanian. Siapkanlah modal awal yang dibutuhkan untuk membuka toko pupuk pertanian. Jika Anda mempunyai modal yang terbatas maka bisnis pupuk ini bisa Anda mulai dengan menggunakan modal yang kecil

Usaha pupuk pertanian ini sangat mudah untuk dilakukan. Siapapun diri Anda bisa memulai usaha toko pupuk pertanian. Bisnis pupuk yang ada buka hendaknya menyediakan berbagai macam jenis pupuk, mulai pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk buatan pabrik, pupuk urea bersubsidi dan jenis pupuk lainnya. Bisnis pupuk ini bisa Anda jadikan usaha sampingan ataupun usaha rumahan karena kemudahan dalam menjalankannya.

Pangsa Pasar Bisnis 

Langkah selanjutnya dalam membangun bisnis pupuk pertanian adalah Anda harus menentukan pangsa pasar yang ingin dibidik. Seperti misalnya kalangan petani di sekitar daerah Anda. Lakukan survey kecil – kecilan misalnya berapa jumlah petani di daerah Anda? Dan kemana para petani tersebut membeli pupuk setiap harinya? Jika para petani tersebut membeli pupuk di toko pertanian yang sangat jauh lokasinya maka Anda bisa membangun bisnis pupuk pertanian lebih dekat kepada para petani. Sehingga usaha toko pertanian Anda bisa menjadi pilihan utama. Lokasi yang dekat dengan petani dengan ditunjang kelengkapan bisnis pupuk lainnya seperti obat dan alat pertanian serta harga yang tidak jauh berbeda dengan toko pertanian lainnya maka bisa dipastikan usaha Anda akan selalu menjadi pilihan utama para konsumen.

Produk Yang Dijual Dalam Bisnis Anda

Anda harus menentukan produk pupuk pertanian apa saja yang ingin Anda jual. Sehingga nantinya usaha Anda bisa dikatakan lengkap dalam menjual berbagai macam jenis pupuk. Selain menyediakan beraneka jenis pupuk lengkap, Anda juga bisa menjual berbagai macam alat dan kelengkapan pertanian. Seperti obat – obatan pertanian, macam benih tumbuhan, sayuran, buah – buahan, aneka jenis dan ukuran pot, vitamin dan nutrisi tumbuhan, alat mesin pertanian ( traktor dan lainnya ) serta produk – produk yang masih berhubungan dengan usaha pertanian. Hal ini sangat berguna untuk menambah keuntungan dalam bisnis pupuk pertanian Anda sekaligus untuk menambah nilai plus dimata konsumen bahwa toko pertanian Anda sangat lengkap.

Untuk mendapatkan harga pupuk yang lebih murah dari pupuk – pupuk yang beredar di pasaran maka Anda harus mencari supplier atau distributor pupuk besar yang mampu memberikan harga produknya dengan lebih murah. Setelah bisnis pupuk yang Anda bangun semakin berkembang dengan pesat dan modal usaha telah berlebih maka tidak ada salahnya jika Anda mencoba menjadi distributor atau agen pupuk pertanian. Misal distributor pupuk gresik atau distributor Urea bersubsidi.

Wednesday, July 15, 2015

MELIHAT PELUANG USAHA DARI GULA SEMUT

MELIHAT PELUANG USAHA DARI GULA SEMUT
http://tipspetani.blogspot.com/2015/07/melihat-peluang-usaha-dari-gula-semut.html

Gula semut (brown sugar), adalah gula merah palma (palm sugar), yang dikristalkan. Bukan dicetak dalam berbagai bentuk. Selama ini, yang disebut gula semut harus terbuat dari bahan nira palma. Bisa kelapa (Cocos nucifera), aren (Arenga pinata), atau lontar (Borassus flabellifer). Meskipun sebenarnya gula semut juga bisa dibuat dari tebu. Sebab selama ini bahan baku gula merah paling banyak juga berasal dari tebu. Gula merah tebu, sebagian besar diserap oleh industri kecap. Bukan oleh rumah tangga. Meskipun gula semut juga bisa diproduksi dari tebu, konsumen berupa hotel dan restoran, selalu minta gula semut berbahan nira kelapa, lontar, atau aren.

Tiga tumbuhan asli Indonesia ini, sampai sekarang belum termanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku gula semut. Yang selama ini dipikirkan pemerintah justru bagaimana memperluas penanaman tebu, agar kita bisa swasembada gula. Indonesia memang bernasib buruk. Tebu adalah tumbuhan asli Indonesia, yang sudah diolah menjadi gula merah sejak sekitar 500 tahun SM. Namun sekarang Indonesia menjadi pengimpor gula, karena hanya menempati urutan ke sembilan sebagai penghasil gula tebu. Nomor satu adalah Brasil 422,9 juta ton, kemudian India 232,3 juta ton, China 87,7 juta ton, Pakistan 47,2 juta ton, Meksiko 45,1 juta ton, Thailand 43,6 juta ton, Kolombia 39,8 juta ton, Australia 37,8 juta ton, Indonesia 29,5 juta ton, dan AS 25,3 juta ton.

Gula kristal putih yang diproduksi dari tebu dan bit, sekarang mulai tidak disukai oleh masyarakat menengah ke atas, karena faktor kesehatan. Gula kristal putih dianggap mengandung banyak bahan kimia, yang terikut pada waktu proses pembuatannya. Kristal gula merah (brown sugar crystal) dari tumbuhan palma, menjadi disukai karena dianggap lebih murni, tanpa bahan ikutan yang berbahaya bagi kesehatan. Namun pasokan kristal gula merah, sampai sekarang masih sangat kecil dibanding dengan permintaannya. Sebab nira kelapa, lontar atau aren, adalah hasil produksi rakyat, yang volumenya sangat sulit untuk ditingkatkan. Beda dengan kristal gula putih tebu, yang produksinya bisa dipacu dengan lebih cepat.


Indonesia sangat beruntung karena punya beberapa tanaman palma, yang selama ini sudah biasa disadap niranya. Di pantai dan dataran rendah yang subur ada kelapa. Di pantai yang gersang dan tandus ada lontar. Di pegunungan ada aren. Tiga tumbuhan ini sudah sangat biasa disadap niranya. Di Jawa, nira tiga tumbuhan ini 100% dijadikan gula merah. Di beberapa kawasan bahkan sudah dibuat gula semut. Di NTT, baik kelapa, lontar, dan aren juga sudah biasa disadap. Namun sebagian besar niranya difermentasi hingga menjadi tuak, dengan kadar alkohol 8% sd. 16%. Tuak ini juga didestilasi, bahkan sampai dua kali destilasi, untuk menghasilkan minuman berkadar alkohol 30% sd. 60% yang disebut moke.

Di lain pihak, para penyadap nira kelapa, aren dan lontar ini juga membeli gula pasir untuk membuat kopi, teh dan kue-kue. Padahal mereka bisa mengolah nira kelapa, lontar dan aren ini menjadi gula merah dan gula semut. Peluang pasar gula semut sangat besar, sebab selama ini permintaan masih lebih besar dibanding pasokan. Para petani miskin di NTT, sebenarnya bisa diangkat taraf hidupnya, andaikan mereka bisa memroduksi gula semut. Sebab hanya sebagian kecil tanaman kelapa, lontar dan aren yang mereka sadap untuk diambil niranya. Sementara sebagian besar tanaman masih menganggur.

Dari tiga tumbuhan penghasil nira ini, aren paling tinggi tingkat produktivitasnya. Menyusul lontar dan kelapa. Aren adalah palm yang sekali berbuah akan langsung mati. Beda dengan lontar dan kelapa yang akan terus berbuah sampai puluhan bahkan ratusan tahun. Selain menghasilkan nira, batang aren juga bisa ditebang untuk diambil patinya seperti halnya sagu. Kelapa dan lontar disadap dengan cara mengiris malai bunganya yang diikat. Sementara aren disadap dengan mengiris tangkai bunganya yang sangat panjang. Pengirisan malai bunga dan tangkai tiga tanaman ini dilakukan setiap pagi dan sore hari.

Karena nira akan menetes terus selama 10 sd. 12 jam nonstop, maka dalam buluh bambu penampungnya, perlu ditaruh laru, berupa kapur, buah manggis muda, tatal (serpih) kayu nangka dan masih banyak bahan tradisional lainnya, untuk menghambat proses pemasaman. Tanpa laru, nira akan langsung menjadi masam (menjadi asam cuka). Setelah diambil pun, nira harus segera disaring dan dipanaskan dengan diberi sedikit air kapur sampai mendidih, untuk mencegah proses pemasaman. Perebusan untuk membuat gula merah, dilakukan secara terus menerus, sampai cairan nira menjadi kental. Pada saat itulah nira pekat ini dicetak menjadi gula berbagai bentuk, sesuai dengan selera masyarakat.


Yang membedakan proses pembuatan gula merah dengan gula semut, hanyalah pada pencetakan. kalau nira pekat ini ditarun dalam tempurung kelapa, buluh bambu, atau wadah pencetak lainnya, akan terbentuk gula merah biasa. Kalau cairan nira pekat ini dimasukkan ke dalam alat sentrifugal yang diputar terus menerus dengan tangan, akan dihasilkan kristal gula semut. Alat sentrifugal ini hanyalah berupa drum dan kayu yang bisa diputar secara manual. Dengan hanya melihat protitipenya, petani bisa membuat peralatan sederhana ini. Beberapa Dinas Perindustrian kabupaten, sudah membina petani kelapa, aren dan lontar untuk memroduksi gula semut.

Salah satu upaya untuk menjaga kualitas produksi adalah, perebusan nira sebaiknya menggunakan kayu bakar berkalori tinggi yang sedikit mengeluarkan asap. Sebab aroma asap dari kayu bakar akan terserap nira, hingga gula merah yang dihasilkan akan beraroma asap. Aroma ini sebenarnya juastru akan menambah kualitas gula semut, apabila bahan bakarnya seragam. Misalnya menggunakan kayu eukaliptus, kayu pinus, atau kayu-kayu lainnya, asalkan homogen. Limbah pelepah daun dan seludang bunga kelapa serta lontar, juga potensial untuk menjadi bahan bakar perebusan nira. Aroma dari limbah masing-masing tanaman ini juga akan menimbulkan aroma gula semut yang seragam pula. (R)