Showing posts with label Panduan dan Tips. Show all posts
Showing posts with label Panduan dan Tips. Show all posts

Monday, December 7, 2020

TIPS MUDAH TANAM JAGUNG TUMPANG SARI DENGAN KACANG TANAH

TIPS MUDAH TANAM JAGUNG TUMPANG SARI DENGAN KACANG TANAH

Para petani senantiasa mengharapkan keuntungan dari budidaya tanaman yang mereka lakukan. Meskipun tanaman berhasil tumbuh dengan subur, bukan berarti untung besar pasti diraih. Pasalnya hasil akhir tergantung dari harga jual.

Salah satu kerugian yang sering dialami petani adalah akibat harga jual yang jatuh saat panen raya. Padahal saat itu mereka hanya menanam satu jenis tanaman budidaya saja (monokultur).

Disaat harga salah satu komoditi anjlok, ada juga komoditi lain yang harganya naik. Harusnya fenomena seperti ini bisa kita analisa untuk mengambil celah. Dari perbedaan harga tersebut kita justru bisa menjaring beberapa harga sekaligus. Teknik multikultur ini sudh banyak diterapkan oleh petani dan biasa disebut tumpang sari.

Tanaman yang akan ditmpangsarikan haruslah memenuhi beberapa syarat. Salah satu syarat tanaman tumpang sari adalah harus bisa bersinergi satu sama lain dan tidak saling bersaing dengan negatif. Salah satu model tumpang sari yang tanamannya saling bersinergi adalah tumpang sari antara jagung dan kacang tanah.

Kenapa disebut saling bersinergi? Perlu anda ketahui bahwasanya tanaman jagung merupakan salah satu tanaman yang sangat membutuhkan unsur nitrogen untuk menunjang pertumbuhan tingginya. Para petani sering sekali melakukan pemupukan dengan pupuk yang mengandung banyak unsur nitrogen seperti ZA dan UREA. Disinilah kacang tanah akan mampu menggantikan peran pupuk nitrogen

Rata-rata tanaman dari keluarga kacang-kacangan memiliki kemampuan untuk melakukan fiksasi unsur nitrogen pada perakarannya. Hal ini juga atas bantuan bakteri rizobium yang banyak terkandung dalam bintil akar kacang-kacangan. Kemampuan ini otomatis juga dimiliki oleh kacang tanah. Jadi jika kacang tanah ditanam disekitar perakaran tanaman jagung, maka tanaman dengan jagung akan memperoleh unsur nitrogen dengan baik. 

Jika anda tertarik ingin mencoba tumpang sari tanaman jagung dan kacang tanah, pada kesempatan kali ini kami akan memaparkan tentang cara tumpang sari tanaman jagung dan kacang tanah. Silahkan pelajari dengan seksama petunjuk berikut ini.

1. Menentukan Musim Tanam

Jangan sembarangan memilih musim tanam jagung. Untuk melakukan tumpang sari antara tanaman jagung dan kacang tanah sebaiknya dipilih antara bulan Mei Jui dan Juli. Pada bulan ini sudah memasuki bulan kemarau yang panans dan justru akan baik untuk pertumbuhan tanaman jagung nantinya. 

2. Persiapan Lahan



Lahan untuk melakukan tumpang sari antara tanaman jagung dan tanaman kacang tanah haruslah disiapkan terlebih dahulu. Sebenarnya kita hampir tak memerlukan pupuk dasar, terlebih jika lahan tersebut adalah bekas ditanami tanaman lain yang masih memiliki sisa pupuk dasar.

Yang perlu anda lakukan pertama adalah membentuk bedengangan dengan model sepasang-sepasang dengan celah pengairan sekitar 40 cm dan diberi jarak sekitar 1 meter antar sepasang bedengan.

Kenapa harus diberi jarak? Padahal budidaya jagung biasanya rapat. Tapi karena ini model tumpang sari, maka perlu jarak untuk mengoptimalkan intensitas sinar matahari kepada tanaman kacang tanah yang tumbuh dibawah tanaman jagung.



Toh nanti kacang tanah akan ditanam rapat jadi jarak tersebut juga akan ditumbuhi kacang tanah. Ingat, yang digemburkan hanya bagian bedengan. Untuk tanah yang tidak dibuat bedengan jagan digemburkan juga karena kacang tanah sebenarnya tak perlu tanah gembur. 

3. Menanam Kacang Tanah


Tanamlah biji kacang tanah diseluruh lahan anda baik pada tanah bedengan yang gembur maupun jarak antar bedengan yang tidak digemburkan. Kacang ditanam pada lubang tanam dengan kedalaman sekitar 5 cm.

Dan isilah 2 biji kacang pada tiap lubang (model ditugal). Untuk jarak antar lubang bisa dibuat sekitar 15 cm saja. Khusus pada area bedengan, kacang hanya ditanam di tepi bedengan jangan ditengah permukaan bedengan, karena yang ditanam ditegah nanti adalah jagung.

Kami jelaskan pada anda bahwa anda tidak perlu melakukan perawatan intensi pada tanaman kacang tanah karena setelah tumbuh ia akan cepat membesar dan subur tanpa dipupuk bahkan tanpa disiram sekalipun. 

4. Menanam Jagung


Tunggulah hingga tanaman kacang tanah memiliki beberapa daun atau berusia sekitar 3 minggu. Setelah itu anda bisa mulai membuat lubang di atas bedengan untuk menanam jagung. Lubang dibuat dengan jarak sekitar 15-20 cm dengan kedalaman antara 5-10 cm. Isilah tiap lubang dengan 2 biji jagung dan tutup kembali.

Tunggu beberapa hari maka jagung akan tumbuh dengan subur bersama dengan tanaman kacang tanah. Kalau sudah ditami jagung, maka anda bisa sesekali melakukan pengairan pada bedengan dengan interval 10-14 hari sekali. Akar jagung yang bersimbiosis dengan kacang tanah akan langsung menyerap nitrogen sebanyak-banyaknya sehingga cepat tumbuh besar. 

5. Penanggulangan Hama dan Penyakit

Pada awal tanam sebiknya anda menggunakan benih-benih unggul yang tahan penyakit sehingga perawatannya akan lebih mudah. Sebelum berbuah maka jagung hampir tidak membutuhkan pestisida. Kecuali jika muncul gejala bule (daun kuning) pada jagung yang biasanya disebabkan oleh cendawan patogen, maka anda bisa menggunakan fungisida sistemik seperti dimetomorf (acrobat). Dan jika sudah berbuah dan terjadi serangan ulat, maka anda bisa menggunakan insektisida sistemik berbahan aktif imadikloprid. 

6. Masa Panen


Masa panen kacang tanah adalah sekitar 3 bulan sedangkan jagung adalah 3,5 bulan. Jadi nanti anda akan memanen kacang tanah terlebih dahulu. Panen kacang tanah dilakukan dengan jalan mencabut. Untuk jagung dipangkas batang bagian atasnya terlebih dahulu agar terik matahari masuk menyinari tongkol buah jagung.

Kupas kulit jagung dan biarkan jagung matang di pohon (hingga kering merah menyala). Agar lebih mudah anda bisa langsung meminta tukang giling jagung untuk datang kelahan anda dan dilakukan pemipilan dengan mesin ditempat.

Ternyata mudah dan hemat sekali bukan jika menanam dengan cara tumpang sari antara tanaman jagung dan kacang tanah. Untuk itulah anda akan menjaring dua harga jual sekaligus yaitu haraga jual komoditi kacang tanah dan juga harga jual komoditi jagung. Jadi selamat mencoba.

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN ANGGUR


Anggur salah satu buah yang banyak digemari orang karena rasa dan manfaatnya bagi kesehatan. Selain itu banyak orang tertarik budidaya buah ini karena harganya yang mahal jika dijual di pasaran. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai cara budidaya anggur langkah demi langkah.

Keuntungan Budidaya Anggur


Keuntungan pertama dari budidaya anggur adalah cepat berbuah. Jika anggur ditanam pada suatu lahan, bisa tumbuh buah sekitar 1,5 tahun tergantung dengan perawatan yang diberikan. Akan tetapi jika anggur tumbuh di media pot, akan tumbuh lebih cepat sekitar 6-8 bulan saja.

Tanaman ini berbuah secara produktif. Buktinya dalam satu tahun dapat berbuah 2-3 kali. Setiap panen, 1 pokok tanaman anggur dapat menghasilkan 45-135 kg buah per tahun. Bayangkan jika memiliki 20 pokok tanaman anggur, sekali panen bisa mendapatkan 900-2700 kg buah.

Dari segi umur, tanaman anggur memiliki umur yang relatif panjang. Diketahui ada tanaman anggur yang berusia sampai 400 tahun di Maribor, Slovenia. Hal ini memberikan kesempatan untuk generasi penerus untuk menikmati hasil panen.

Keuntungan selanjutnya adalah tanaman anggur fleksibel mau ditanam di lokasi mana saja. Bahkan jika hanya memiliki lahan kosong 1×1 meter masih bisa menanam tanaman ini.


Solusinya memakai rambatan yang modelnya disesuaikan dengan kondisi lahan. Jika benar-benar tidak ada tempat kosong, anggur bisa dirambatkan di tembok rumah.

Tanaman anggur masih bisa berbuah meski dirawat ala kadarnya saja. Level perawatan tanaman ini cukup mudah seperti pohon mangga, jambu, kelengkeng, dsb.

Namun dengan catatan harus menanam jenis anggur yang mudah dalam hal perawatan. Seperti jenis Yellow Belgie (lokal), Maroo Seedless (lokal), Akademik Avidzba (impor), Caroline Black Rose (lokal), dll.

Potensi ekonomis dari budidaya anggur di Indonesia cukup besar. Permintaan anggur terus meningkat dibuktikan dari meningkatnya impor anggur dari Tiongkok di tahun 2020 ini sebesar 7,31% per bulannya. Sedangkan per tahun, impor anggur dari Tiongkok ini bisa mencapai 100 ton.

Ini artinya, petani anggur dalam negeri perlu meningkatkan produksi anggurnya.Harga anggur sendiri masih cenderung mahal sehingga bisa mendatangkan keuntungan yang besar bagi pebisnis anggur. Di Indonesia, konsentrasi perkebunan anggur masih didominasi wilayah Bali dan Jawa Timur.

Syarat Agar Cara Budidaya Anggur yang Dilakukan Berhasil


Syarat pertama sebelum mencoba cara budidaya anggur adalah harus memperhatikan ketinggian lokasi penanaman. Anggur adalah tanaman yang mampu adaptasi dengan cepat, mau ditanam di dataran rendah atau tinggi. Biasanya tanaman ini akan tumbuh dengan optimal jika ditanam pada ketinggian 2-1200 mdpl.

Selain lokasi, iklim juga harus diperhatikan. Anggur membutuhkan intensitas sinar matahari yang tinggi agar optimal. Diusahakan menanam tanaman ini di area terbuka yang terkena sinar matahari. Jika tidak ada area terbuka, minimal tanaman anggur harus terkena sinar matahari dari siang sampai sore.

Terakhir, tekstur tanah juga harus diperhatikan. Tanaman anggur cenderung akan tumbuh optimal jika tanah bertekstur lempung dan berpasir yang porous.

Tanah yang banyak mengandung air serta padat menghambat pertumbuhan anggur. Kondisi tanah yang seperti ini menyebabkan akar busuk dan memicu kematian tanaman tersebut.

Tanaman anggur juga tidak boleh terlalu sering disiram. Lakukan penyiraman cukup dua hari sekali agar air bisa meresap sempurna ke akar. Tanah yang terlalu becek malah menyebabkan tanaman anggur mati karena akarnya jadi busuk.

Step By Step Cara Budidaya Anggur


Sebenarnya menghasilkan anggur dengan kualitas top tidak sesusah yang dibayangkan. Hanya perlu memahami beberapa komposisi dan langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk menunjang pertumbuhan bibit. Berikut langkah-langkah cara budidaya anggur yang dapat diikuti:

1. Memilih dan Menyiapkan Bibit Anggur

Cara budidaya anggur yang pertama adalah memilih dan menyiapkan bibit. Di pasaran Indonesia, varietas anggur tentunya tersedia banyak sekali. Dapat ditemui dari yang lokal harga terjangkau dan impor dengan harga mahal.

Untuk pemula yang menanam anggur di pekarangan rumah, sangat disarankan memilih anggur yang perawatannya mudah. Dipastikan tanaman tersebut cepat berbuah dan tahan penyakit serta buah yang dihasilkan manis dan berukuran besar.

Anggur lokal yang dapat ditemui di pasar tanaman seperti Caroline Black Rose, Yellow Belgie, Maroo Seedless, Cardinal dan Alfonso Lavalle. Untuk varietas anggur impor seperti Ninel, Nizina, Rizamat, Akademik Avidzba, Queen Nina, Dubovský Pink, dsb.

Kondisi lingkungan tidak dapat ditebak, kadang kondisi bisa jadi ekstrim. Untuk mengurangi resiko bibit mati karena faktor tersebut, pilihlah bibit yang berkualitas super. Karakteristik dari bibit anggur yang bagus seperti berikut
  • Stek anggur panjangnya tidak melebihi 25-30 cm dengan ruas sebanyak 2-3 buah.
  • Batang anggur yang di stek berbentuk bulat dengan diameter 1 cm
  • Pada bagian kulit batang berwarna coklat maupun hijau tidak ada bercak hitam sedikitpun dan di dalamnya mengandung air
  • Anggur yang ditanam dengan cara stek biasanya akan terlihat lebih padat dan besar
2. Menyemai Bibit Anggur

Setelah menemukan batang anggur, langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menyemaikan bibit anggur. Bibit yang akan di stek disemaikan menggunakan polybag atau pot selama 5-7 hari.

Lalu bibit dipindahkan ke media penyemaian, seperti pot atau polybag. Media penyemaian tersebut diisi media tanam yang terdiri dari tiga komponen ( tanah, pupuk kandang dan pasir) dengan komposisi perbandingan 1:1:1.

Jangan lupa memberi air setiap pagi dan sore. Usahakan tanah yang dipakai memiliki pengairan yang bagus sehingga bibit tidak tergenang air. Setelah dua bulan, tunas akan muncul dan akar bibit anggur terlihat banyak.

Penyemaian dilakukan agar bisa lebih mudah merawat dan memantau bibit-bibit anggur. Bibit anggur perlu dipantau kebutuhan unsur haranya dan juga asupan-asupan lain yang menunjang pertumbuhannya. Untuk itulah proses penyemaian dilakukan.

3. Menyiapkan Media Tanam

Media tanam bibit anggur juga perlu dipersiapkan dengan baik. Agar hasil panen yang dihasilkan berkualitas tinggi.

Hal pertama yang perlu dipersiapkan yakni menggemburkan tanah yang akan dipakai dengan dibajak atau dicangkul. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan hama dan racun yang bisa mengancam pertumbuhan tanaman anggur.

Jika tanah memiliki pH kurang dari lima, berikan kapur dolomit untuk meningkatkan keasaman tanah. Setelah itu bisa langsung mempersiapkan bedengan tanah yang akan ditanami bibit anggur tadi.

Bedengan bisa dibuat dengan ukuran ketinggian 50 cm dan lebarnya 150 cm. Lalu buat lubang berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm di atas bendungan.

Tanah didiamkan dalam waktu dua minggu agar terjadi perputaran oksigen dan terkena paparan sinar matahari. Jika sudah dua minggu, bisa mulai menanam anggur dengan catatan bedengan sudah dipersiapkan. Dalam bedengan diberi pasir, pupuk kompos dan tanah dalam komposisi perbandingan 2: 1: 1.

4. Menanam Benih Anggur

Langkah selanjutnya adalah menanam benih anggur yang sudah berusia dua bulan di media tanah yang sudah dipersiapkan. Sebaiknya anggur ditanam memasuki musim kemarau jika menginginkan hasil yang optimal. Benih dimasukkan dalam lubang tanam lalu tutup lagi sampai sebatas pangkal batang benih.

Penanaman bibit dapat dilakukan pada sore hari ketika udara sudah terasa sejuk. Lepaskan polybag dengan hati-hati, sehingga tidak merusak akar bibit anggur. Lalu tinggikan tanah di sekitar bibit untuk mencegah bibit tergenang air hujan.

Bisa ditambah memasang tiang sementara dari bambu atau kayu sebagai rambatan. Supaya anggur tumbuh tegak lurus ke atas. Jika dirasa diperlukan, bisa memasang pagar pelindung untuk mencegah gangguan yang tidak diduga.

Setelah bibit dimasukkan ke dalam lubang, berilah pupuk kandang sedikit lalu tutup lubangnya dengan rapat. Penanaman bibit dapat dilakukan pada sore hari ketika udara sudah terasa sejuk. Lepaskan polybag dengan hati-hati, sehingga tidak merusak akar bibit anggur.

Lalu tinggikan tanah di sekitar bibit untuk mencegah bibit tergenang air hujan. Bisa ditambah memasang tiang sementara dari bambu atau kayu sebagai rambatan. Supaya anggur tumbuh tegak lurus ke atas. Jika dirasa diperlukan, bisa memasang pagar pelindung untuk mencegah gangguan yang tidak diduga.

5. Memilih Model Rambatan

Cara budidaya anggur yang terakhir ini bisa dilakukan atau tidak, tergantung kondisi lahan. Anggur merupakan salah satu tipe tanaman rambat. Jika tidak tersedia tiang rambatan, anggur akan tumbuh menjalar di permukaan tanah.

Sehingga tanaman anggur rentan akan hama dan penyakit. Dengan membuat tambahan rambatan, tanaman ini akan menghasilkan anggur dengan produktif dan berkualitas bagus.

Di Indonesia ada dua rambatan yang diminati yakni model pergola (para-para) dan model pagar. Akan tetapi tidak jarang yang masih memakai kayu untuk membuat tiang rambatan. Padahal cara ini tidak efektif jika digunakan untuk waktu yang lama.

Karena kelembaban yang tinggi dan panasnya iklim akan membuat hama pemakan kayu hidup dan menghancurkan kayu tersebut. Solusi yang sering dipakai sekarang ini adalah membuat rambatan dari besi, baja ringan dan pralon.

Membuat rambatan dari baja ringan banyak dipilih orang. Bahan baja ringan mudah dipotong serta dirakit dan pembuatan rambatan jadi cepat. Selain itu, harga baja ringan juga tidak terlalu mahal serta mudah ditemukan di toko bangunan atau toko khusus besi dan baja.

Perawatan Tanaman Anggur


Merawat tanaman anggur memerlukan ketelatenan jika ingin menuai hasil yang baik. Perawatan yang benar sangat menentukan hasil panen dari tanaman anggur. Proses perawatan dari tanaman anggur sendiri meliputi kegiatan penyiangan, pemupukan, dan juga penyiraman.

Perawatan pertama adalah penyiangan. Lakukan penyiangan dengan cara membersihkan sekitar tanaman dari gulma atau hama lainnya. Rutinlah mengecek tanaman pada pagi dan sore hari agar tanaman selalu terjaga dari hama.

Pemupukan bisa dilakukan secara periodik dimulai dari tanaman berumur 0 hingga 1 tahun. Pada rentang usia ini, pemupukan dilakukan pada umur 3 bulan yaitu sebanyak 10 gram pupuk urea selama 10 hari.

Kemudian, lakukan lagi pemupukan saat usia tanaman 6 bulan selama 15 hari dengan jumlah pupuk urea sebanyak 15 gram. Ketika sudah 1 tahun, dosis pupuk adalah 50 gram.

Jika usia tanaman sudah lebih dari 1 tahun, pemberian pupuk harus ditingkatkan jumlahnya menjadi 80 gram pupuk TSR, dan juga 5 kaleng pupuk kandang. Jangan lupakan jadwal pemupukan ini karena sangat mempengaruhi hasil dari tanaman anggur.

Penyiraman tanaman anggur, seperti sudah disebutkan di atas, tidak boleh terlalu sering. Lakukan dua hari sekali saja. Selain itu, ketika menyiram tanaman anggur, tidak boleh sampai membanjiri tanah hingga tergenang. Pastikan tanaman anggur mendapatkan banyak sinar matahari karena tanaman ini tidak bisa hidup di tempat redup.

Proses Memanen Tanaman Anggur


Memanen tanaman anggur adalah tahapan paling menyenangkan. Pasalnya, tanaman anggur akan sangat indah dipandang mata ketika berbuah. Gerombolan buah yang menggantung sama artinya dengan pundi-pundi rupiah yang bisa didulang. Atau jika hanya untuk hobi, merupakan pencapaian yang besar.

Buah anggur yang siap dipanen adalah yang sudah bertekstur lunak dan kenyal. Selain itu, warna buah juga sudah rata pada satu tangkai. Butir-butir buah yang mudah dilepas dari tangkai juga merupakan salah satu ciri anggur siap dipanen.

Memetik anggur sebaiknya dilakukan pagi hari lalu tempatkan dalam keranjang. Hindari menumpuk anggur karena buah bisa hancur dan benyek. Usahakan tidak menjejalkan anggur ke dalam keranjang atau kotak yang sempit.

Memang butuh waktu yang tidak sebentar untuk menikmati hasil budidaya anggur. Jika menanam mengikuti cara budidaya anggur di atas bisa dijamin anggur yang dihasilkan tidak akan mengecewakan. Selamat mencoba budidaya anggur dan semoga beruntung!

Saturday, December 5, 2020

TIPS MEMBUAT PAGAR DARI BAHAN BAMBU


Bambu merupakan tanaman jenis rumput-rumputan yang menjadi material yang cukup favorit di berbagai kalangan.

Selain dapat menggantikan material kayu yang semakin hari semakin mahal, juga mudah didapat. Beragam cara membuat pagar bambu untuk kebun agar penampilannya menjadi artistik dan alami. Corak dan warnanya mampu memberikan tampilan yang istimewa.

antiserangga.com

Bambu termasuk tanaman yang masa pertumbuhannya paling cepat. Apa lagi dengan sistim perakarannya yang unik, dalam waktu 1 hari bambu dapat tumbuh hingga 60 cm.

Selain itu bambu sangat luwes ketika dikombinasikan dengan material lainnya. Berbagai konsep bangunan mulai dari cara membuat pagar bambu untuk kebun hingga kontruksi rumah serta elemen dekorasi.

Agar penggunaan material bambu dapat dimaksimalkan, tentunya harus memahami karakteristik dari bambu itu sendiri.

Sifatnya yang elastik dan mudah dibentuk sangat membantu cara membuat pagar bambu untuk kebun. Sehingga daya lenturnya yang mampu menahan tekanan itu sangat cocok untuk dijadikan pagar maupun kontruksinya.

Dibandingkan material lain seperti kayu atau besi, bambu relatif mudah untuk dibelah dan dibentuk. Sehingga seringkali dijadikan material furniture. Selain itu harganya yang cukup ekonomis menjadikannya cara membuat pagar bambu untuk kebun yang murah.


Selain harganya yang relatif murah juga polanya yang unik dan artistik mulai banyak dilirik orang untuk dijadikan berbagai macam ornamen. Termasuk cara membuat pagar bambu untuk kebun agar indah penampilannya dan awet penggunaannya. Beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan untuk membuat pagar bambu, antara lain:

1. Memilih Jenis Bambu Yang Tepat

Cara membuat pagar bambu untuk kebun dimulai dengan memilih jenis bambu yang tepat. Yang tentunya setiap jenis bambu memiliki keunikan tersendiri. Meskipun ada lebih dari 100 jenis bambu di Indonesia, tetapi yang biasa dijadikan ada 3 jenis, seperti:

  1. Bambu apus, yang banyak tumbuh subur di sekitar tepian sungai. Diameternya bisa mencapai 3 cm hingga 7 cm dengan panjang sekitar 12 meteran. Karena ukuran dan kekuatannya sering dijadikan bahan bangunan, seperti; rangka atap, jembatan, kandang hewan ternak, pagar dan lain sebagainya.
  2. Bambu wulung merupakan material yang paling banyak ditemui dalam pembuatan; rangka atap, pagar, tiang bendera dan lain sebagainya. Bambu ini memiliki diameter antara 5 cm hingga 12 cm dan panjangnya bisa mencapai 18 meteran.
  3. Bambu petung yang memiliki lingkar batang terbesar diantara jenis bambu lainnya, berkisar 8 inchi hingga 10 inchi. Dan panjangnya bisa mencapai 10 kaki lebih dengan ketebalan batang hingga 20 mm. bambu jenis ini sering dimanfaatkan menjadi tiang atau penyangga.

2. Pengolahan Dan Penggunaan Bambu Agar Awet

Meskipun bambu memiliki banyak keunggulan dibandingkan material kayu, namun juga cukup rentan terhadap serangan serangga dan pelapukan. Untuk itu diperlukan cara membuat pagar bambu untuk kebun yang awet atau tahan lama. Beragam cara mengawetkan bambu, seperti:
  • Menggunakan cara tradisional, yaitu dengan merendam bambu ke dalam air sekitar 3 hingga 6 bulan yang tujuannya untuk melarutkan getahnya. Selanjutnya bambu-bambu tersebut di keringkan hingga siap digunakan memerlukan waktu sekitar 2 mingguan.
  • Secara alami juga bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan bahan-bahan dari alam sekitar seperti menggunakan ekstrak daun mimba. Dengan mengolsekan ekstrak daun mimba ke dalam batang bambu yang sudah dilubangi terlebih dahulu. Maka bambu tersebut akan tahan terhadap serangan serangga khususnya rayap.
  • Menggunakan bahan kimia yang banyak dijual di pasaran, seperti oli bekas atau minyak tanah. Dengan cara memasukkan cairan kimia tersebut ke dalam batang bambu yang sudah dilubangi sebelumnya.

3. Menentukan Desain Yang Tepat

Beragam desain dan cara membuat pagar bambu untuk kebun maupun pekarangan rumah di media sosial bisa dijadikan inspirasi.

Tentunya pagar bambu tersebut salin memiliki peran sebagai pelindung juga menjadi pembatas dengan lingkungan diluar kebun atau pekarangan rumah. Beberapa desain pagar bambu yang patut dipertimbangkan antara lain:
  • Desain pagar bambu dengan pot tanaman bisa menjadi pilihan untuk mempercantik penampilan. Apalagi dengan pilihan tanaman hias yang tepat.
  • Memadukan pagar bambu dengan beton atau batu bata, selain memberikan bentuk yang unik juga tampil modern. Penyusunan bambu dengan berjajar vertical akan semakin mempercantik eksterior pagar.
  • Pagar bambu kombinasi warna juga bisa menjadi pilihan yang menarik.. Seperti bambu hitam atau bambu kuning yang bisa memberikan kesan mewah dan arstistik.
  • Kombinasi pagar bambu dengan taman juga bisa diaplikasikan untuk mempercantik kebun atau pekarangan rumah.
  • Aneka pola pagar bambu juga bisa menjadi pilihan menarik. Selain bisa mengekpolitasi aneka desain juga daya kreatifitas, seperti; susunan harisontal, vertikal, miring dan lain sebagainya.

4. Pemberian Warna Yang menarik

Agar cara membuat pagar bambu untuk kebun atau pekarangan rumah bisa mengaplikasikan dengan warna-warni yang menarik. Yang tentunya bisa disesuaikan dengan lingkungan sekitarnya. Atau bisa juga dengan memberikan warna seperti pelitur sehingga kesan alaminya tetap menonjol.

Atau bisa juga dengan memberikan warna-warna yang cerah, sehingga ada kesan mewah dan elegan pada pagar bambu tersebut. Apalagi warna dari pagar bambu dikombinasikan dengan tanaman pendukungnya, tentunya akan menambah keindahan pada tampilannya.

5. Mengkolaborasikan Pagar bambu Dengan Taman

Bisa juga mengkolaborasikan pagar bambu dengan taman yang ada di kebun atau pekarangan rumah. Apalagi taman tersebut dilengkapi dengan ornamen-ornamen yang menarik. Taman kering bergaya Jepang dapat menjadi pilihan, apalagi dilengkapi dengan tanaman bonsai. Bisa juga dengan taman basah yang dihiasi kolam air.

Saat ini banyak juga taman yang ditata sedemiian rupa untuk dipadukan dengan pagar bambu yang menjadi pembatasnya.

Sehingga nuansa alami yang dimunculkan memberikan daya tarik yang mempesonakan. Maka tidak mengherankan apabila semakin banyak desain pagar bambu yang berpadu dengan taman di beberapa obyek wisata, hotel maupun rumah makan.

Tips Merawat Pagar Bambu

Masalah utama yang sering dihadapi pemilik pagar bambu adalah usia pemakaiannya yang terbatas. Hal tersebut terjadi karena adanya proses pelapukan. Untuk itu diperlukan tips dan cara yang tepat untuk mengatasi persoalan pelapukan pada pagar bambu, yang biasanya dipicu oleh serangan rayap.

Untuk itu gunakan batang bambu yang kuat atau sudah cukup tua dan yang sudah mengalami proses pengawetan. Sehingga bambu tersebut aman dari serangan serangga atau rayap. Apalagi perubahan cuaca yang ekstrem akan sangat mempengaruhi ketahanan pagar bambu.

Tidak ada salahnya jika menggunakan cat anti rayap sebagai salah satu bentuk pertahanan dari rayap dan perubahan cuaca. Selain warna-warni yang solid juga bisa menggunakan pelitur atau pernish sebagai finishingnya. Selain itu untuk mengatasi jamur yang bisa mengeroskan pagar, sebaiknya semprotkan fungisida secara rutin.

Tidak ada salahnya untuk membersihkan pagar bambu tersebut secara rutin. Sehingga bisa mengetahui dengan cepat material-material lain yang bisa merusak atau mengganggu penampilan pagar. Lapisan debu yang menutupi pagar bambu juga bisa menyebabkan turunnya ketahanan pagar bambu. Apabila diperlukan pagar bambu bisa dicat ulang.

Demikian informasi yang berkaitan dengan cara membuat pagar bambu untuk kebun. Diperlukan ketelatenan dan kesabaran untuk menghasilkan material bambu yang berkualitas. Selain itu pemberian warna alami juga memberikan daya tahan serta keindahan pada bambu yang dijadikan pagar. Semoga bermanfaat.

Cara Tanam Jagung Tumpangsari Dengan Tanaman Lainnya

Alat-alat yang digunakan dalam berusaha tani adalah cangkul, parang, golok, sabit, dan garpuh . Peralatan tersebut bisa diperoleh dengan cara membuat sendiri atau membeli, di toko alat-alat pertanian. Sarana produksi pemeliharaan berupa pupuk dan pestisida diperoleh dari kios pertanian, yaitu berupa pupuk anorganik dan pestisida. Pupuk organik yang berupa pupuk kandang di peroleh petani dari petani yang memelihara ternak atau membelinya dari luar daerah. Jenis pupuk yang digunakan terdiri dari Urea, SP-36, KCI dan Fhoska. Pestisida yang digunakan adalah furadan.


Tenaga kerja yang digunakan pada umumnya merupakan gabungan dari tenaga kerja dalam keluarga dan tenaga kerja luar keluarga, namun upah tetap diperhitungkan. Penggunaan tenaga kerja luar keluarga terutama diperlukan pada kegiatan-kegiatan tertentu yang memerlukan tenaga kerja banyak dan dirasa tidak mampu dikerjakan oleh tenaga kerja dalam keluarga sendiri antara lain pengolahan tanah, tanam, penyiangan, pemanenan, dan pengangkutan. Sedangkan kegiatan pemeliharaan seperti pengendalian hama penyakit, dan penjemuran biasanya dilakukan oleh tenaga kerja dalam keluarga. Sistem upah yang dilakukan adalah sistem upah harian.

PROSES PRODUKSI
Tanah merupakan salah satu kondisi agroekologis bagi tanaman, juga merupakan suatu bentuk ekosistem dinamis yang tersusun atas berbagai komponen penting seperti air, unsur mineral, bahan organik serta udara yang dibutuhkan tanaman. Berlangsungnya kegiatan proses produksi sangat tergantung pada kondisi lingkungan sekitar tanaman tersebut. Namun kadang kala ada petani yang tidak menggunakan aturan dalam berusahatani jagung terutama dalam proses produksi seperti penanaman, pemupukan dan pemeliharaan, dengan alasan terbatasnya dana, pada umumnya petani yang seperti ini adalah mereka yang tidak mempunyai hewan ternak dan kurangnya sumber informasi dari luar tentang budidaya jagung, sehingga kurang mendapatkan hasil yang maksimal.
Jagung termasuk tanaman berakar serabut yang terdiri dari tiga tipe akar, yaitu akar seminimal, akan adventif, dan akar udara. Akar seminimal tumbuh dari radikula dan embrio. Akar adventif disebut juga akar tunjang. Akar ini tumbuh dari buku paling bawah, yaitu sekitar 4 cm dibawah permukaan tanah.Sementara akar udara adalah akar yang keluar dari dua atau lebih buku terbawah dekat dengan permukaan tanah, dan keadaan air tanah. Adapun langkah-langkah dalam pembudidayaan jagung adalah sebagai berikut :

1. Pembibitan
a. Persyaratan Benih
b. Mutu benih dapat dilihat dari penampakkanya seperti kebernasan benih, warna benih, campuran fisik benih, dan perkecambahan benih. Secara umum, mutu benih jagung yang baik dicirikan beberapa hal berikut:
  • Daya tumbuh besar, lebih dari 90%.
  • Tidak tercampur benih/varietas lain.
  • Tidak mengandung kotoran.
  • Tidak tercemar hama dan penyakit.
  • Sehat dan bernas.
  • Tidak keriput, tetapi mengkilap.
Benih yang bercirikan yang demikian dapat diperoleh dari benih bersertifikat. Benih bersertifikat merupakan benih dari satu varietas yang diketahui identitas varietasnya, diproduksi dengan sistem pengawasan, dan memenuhi standar sertifikasi benih lapangan maupun laboratorium.

c. Penyiapan benih
Ketersediaan benih jagung dapat diperoleh dengan cara membeli dipasaran atau memproduksi sendiri dari hasil panen. Benih yang dipilih juga harus sesuai dengan kondisi lahan dan iklim setempat.

d. Perlakuan benih sebelum ditanam
Untuk satu hektar jagung diperlukan 15-25 kg benih. Sebelum ditanam, sebaiknya benih dicampur terlebih dahulu dengan fungisida seperti Benlate dan Ridomil. Terutama bila diduga akan ada serangan jamur. Dosis dan cara pencampurannya sesuai dalam kemasan fungisida. Sementara bila diduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis, sebaiknya benih dimasukan kedalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran dan sistemik seperti Furadan 3G. dosis yang digunakan sebaiknya sesuai dengan kemasan.

2. Penyimpanan Benih
Tidak semua benih yang diperoleh habis ditanam dalam satu periode penanaman. Untuk itu, perlu dilakukan penyimpanan benih dengan baik agar dapat tahan lama dan mutunya tidak menurun.penyimpanan benih jagung relatif mudah dibandingkan dengan benih lainnya. Faktor yang paling penting diperhatikan saat penyimpanan adalah benih harus dalam kondisi kering dengan kadar air kurang dari 14%. Suhu ruangan penyimpanan yang dikehendaki sekitar 40 C (suhu lemari pendingin). Benih tersebut akan bertahan selama 2-3 tahun.

3. Pengolahan media tanam
Pengolahan tanah bertujuan untuk mempersiapkan tanah agar kondisinya baik serta mempersiapkan keadaan tanah yang gembur untuk perkembangan akar dan tumbuhan tanaman jagung yang diusahakan. Pada umumnya untuk Pengolahan tanah yang dilakukan petani ialah pengolahan tanah dengan urutan kegiatan, lahan dibersihkan lalu dibuat lubang tanam dengan cangkul sedalam 5 cm sampai 8 cm atau dengan sistem tanpa olah tanah (TOT) untuk menghemat biaya produksi, biaya tenaga kerja, dan waktu penanaman lebih cepat.

4. Jarak tanam
Pengaturan jarak tanam merupakan hal yang penting dalam usahatani jagung dengan tujuan memperoleh produksi yang tinggi. Jarak tanam erat kaitannya dengan keoptimuman jumlah tanaman per satuan luas dan meminimumkan kerugian pada nilai tanah serta biaya pemeliharaan. Penentuan jarak tanam berkaitan dengan penetuan pola tanam. Jarak tanam dapat dipengaruhi hasil, karena dengan populasi tanaman yang berbeda akan menghasilkan pertumbuhan tanaman yang berbeda pula. Peningkatan jarak tanam sampai tingkat kerapatan tertentu, hasil persatuan luas dapat meningkat.
Pengaturan jarak tanam merupakan salah satu cara untuk memanipulasi kerapatan tanaman. Petani di Desa Jayamandiri mengusahakan tanaman jagungnya dengan pola tanam tumpangsari. Alasannya karena dengan sistem ini apabila salah satu tanaman gagal panen maka dapat terganti dengan tanaman lain, yang sering ditumpangsarikan pada umumnya padi gogo dan singkong. dengan sistem barisan jarak tanam yang digunakan petani, antara petani berbeda, yaitu 100 Cm x 100 Cm dan 150 Cm x 100 Cm tergantung komoditi yang di tumpangsarikan adalah pada gambar sebagai berikut :

1. Jagung singkong jagung sinkong
2. Jagung padi singkong padi jagung padi sinkong
Menurut (Purwono dan Rudi Hartono, 2008). Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan dalam penanaman jagung sebagai berikut :

a. Tumpangsari (intercropping)
Pola tumpangsari adalah penanaman lebih dari 1 tanaman dalam satu luasan tertentu dengan umur tanaman sama atau berbeda dan jarak tanam teratur.

b. Tumpang gilir (relay planting)
Pola tanam tumpang gilir dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok dalam waktu yang berbeda, tetapi ditanam sebelum tanaman pokok dipanen sehingga terjadi overlapping (tumpang tindih).

c. Tanam campuran (mixed cropiping)
Pola tanam campuran adalah penanaman tanaman yang terdiri dari beberapa tanaman dan tumbuhan tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya. Dengan demikian, semua tanaman tercampur baur menjadi satu.

5. Teknik penanaman
Penanaman jagung dilakukan dengan cara di cangkul. Kedalaman lubang tanam tergantung kelembaban tanah. Kedalaman lubang tanam antara 5 cm sampai 10 cm, dua sampai 3 butir jagung di tanam di dalam lubang tanam, jika penanaman dilahan kering. Jagung dan padi gogo kerap ditumpangsarikan ditanam bersamaan. Ketika jagung berumur sebulan, ubi kayu di sisipkan. karena melakukan penanamanya di musim penghujan maka tidak dilakukan penyiraman.

6. Pemeliharaan

a. Penyulaman
Penyulaman dilakukan jika ada tanaman yang rusak atau mati, sehingga populasi tanaman yang ada dalam areal pertanaman yang diusahakan tetap. Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur dua minggu setelah tanam.

b. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan merupakan salah satu tindakan agronomi dalam usahatani jagung dengan tujuan untuk meningkatkan produksi. Penyiangan adalah membuang atau membersihkan gulma yang tumbuh pada areal usahatani, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman yang diusahakan. Penyiangan dilaksanakan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak akar jagung yang dangkal.
Pembumbunan bertujuan untuk menutup akar yang terbuka dan menjaga tanaman tidak mudah roboh. Pembumbunan dilakukan dengan cara menaikkan atau menimbunkan tanah pada pokok tanaman.

c. Pemupukan
Tanaman jagung untuk pertumbuhannya memerlukan unsur hara yang cukup, sehingga apabila kekurangan salah satu unsur hara tersebut dapat mengganggu perkembangannya. Pemupukan harus dilakukan dengan tepat, baik jenis maupun takarannya. Dampak positif dari pemupukan yang tepat adalah : 1) mempertahankan keseimbangan zat-zat hara dalam tanah, yang berarti mempertahankan kesuburan tanah, dengan demikian unsur hara yang dibutuhkan tanaman dapat tercukupi, 2) meningkatkan daya ikat tanah dan meningkatkan kesuburan tanaman, sehingga dapat mengurangi erosi, meningkatkan daya ikat air, dan 3) meningkatkan produksi tanaman baik kualitas maupun kuantitas.
Pada usahatani jagung, pupuk yang digunakan oleh petani selain organik (pupuk kandang), juga pupuk anorganik, yaitu Urea, SP-36, KCI dan Fhoska. Usahatani jagung pipilan varietas hibrida Bisi-2 di Desa Jayamandiri, setiap petani menggunakan dosis pupuk yang berbeda. Untuk rata-rata luas lahan yang diusahakan (0.482 ha), pemberian pupuk Urea adalah 191,88 kg, SP-36 54.61 kg, KCI 55 kg, Fhoska 110.22 kg dan Furadan 0.37 kg. Pemberian pupuk ini jauh dibawah rekomendasi yang dianjurkan untuk pemupukan Varietas Hibrida Bisi-2, yaitu Urea adalah 300 kg/ha, SP-36 100 Kg/ha, KCI 50 Kg, dan penggunaan Fhoska yang sebenarnya sudah cukup dengan menggunakan Urea,SP-36 dan KCI, dan begitupun sebaliknya cukup dengan menggunakan Fhoska saja.
Pemberian pupuk dengan cara dibenamkan diantara tanaman. Waktu pemupukan dilakukan dua kali selama periode pertumbuhan. Pemupukan pertama biasa dilakukan antara umur tanaman 10 sampai 15 hari setelah tanam dan pemupukan kedua pada umur tanaman 40 hari setelah tanam. Hal ini jauh dengan rekomendasi pemberian pupuk jagung hibrida Bisi-2.

d. Pengendalian hama dan penyakit
Pengendali hama dan penyakit yang dilakukan oleh petani di Desa Jayamandiri adalah pada waktu saat tanam yaitu diberi furadan perlakuan ini supaya pada saat tumbuh tidak terserang hama dan penyakit sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Pengendalian hama dan penyakit selama proses produksi umumnya dilakukan dengan menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), penggunaan pestisida hanya bila diperlukan. Pengendaliah hama dan penyakit selain penggunaan varietas yang tahan, juga memelihara sanitasi lingkungan, sehingga tenaga kerja untuk pengendalian hama dan penyakit dapat ditekan dan biaya untuk pestisida dapat dikurangi.
Usahatani yang menerapkan teknologi PHT dapat memelihara lingkungan dan mengurangi biaya produksi, sedangkan hasilnya tetap tinggi, sehingga pendapatan petani akan meningkat.

7. Panen dan pasca panen
Setelah proses penanaman dan pemeliharaan selanjutnaya adalah panen dan pascapanen. Kedua proses tahap akhir ini tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan proses sebelumnya. Bila panen tidak dilakukan dengan benar maka kemungkinan akan kehilangan hasil sangat besar. Dengan proses panen dan Pascapanen yang baik dan benar akan mendukung peningkatan produksi jagung berkualitas yang diperoleh (Purwono dan Rudi Hartono,2008). Untuk itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan penentuan waktu dan cara panen yang baik dijelaskan sebagai berikut:

1) Waktu panen
Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua atau matang fisiologis, tergantung dari tujuan panen. Seperti halnya pada tanaman padi, tingkat kemasakan buah jagung juga dapat dibedakan dalam 4 tingkat yaitu masak susu, masak lunak, masak tua, dan masak kering. Bila tujuan penanaman adalah biji kering,panen dilakukan bila telah berbentuk lapisan hitam (black layer) pada dasar biji sekitar 103 hari setelah tanam.

2) Tanda-tanda jagung sudah siap panen
Tanda-tanda jagung siap panen adalah kelobot telah kering, berwarna kuning, apabila dikupas biji telah keras dan mengkilat. Apabila biji ditekan dengan kuku tidak meninggalkan bekas.
Selanjutnya penanganan pasca panen. Setelah dipetik dilakukan proses lanjutan diantaranya pengupasan dan pemipilan. Jagung dikupas pada saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai. Pengupasan dilakukan untuk menurunkan kadar air di dalam tongkol dan kelembapan di sekitar biji tidak mengakibatkan kerusakan biji atau tumbuhnya cencawan. Setelah dikupas,jagung dilakukan pemipilan karena biji jagung melekat pada tongkolnya. Pemipilan dapat menggunakan tangan atau alat pemipil jagung bila jumlah produksinya cukup besar.

Lalu biji jagung dijemur sampai kering pengeringan dilakukan secara alami (tradisional), jagung dijemur di bawah sinar matahari sampai kadar airnya yang terkandung di dalam biji berkisar 14%. Akan tetapi ada sebagian petani yang kurang memperhatikan kadar air sehingga merusak harga jagung yang berpengaruh kepada penghasilan petani,yang kualitasnya lebih bagus, karena pada umumnya harga jagung ingin disamakan.
Pengemasan biasanya, biji yang dipilih secara seragam baik bentuk maupun ukurannya. Ada berbagai cara membersihkan atau memisahkan jagung dari campuran kotoran,yaitu dengan mesin atau manual. Setelah biji dibersihkan dari kotoran, dilakukan pengemasan sesuai tujuan pasar. Umumnya kemasan yang digunakan berupa karung dengan berat antara 50-70 kg.

Tuesday, December 1, 2020

CARA MENANAM CABAI TUMPANG SARI DENGAN JAGUNG

 


Tumpang Sari Jagung dengan Cabai

Kepemilikan lahan yang terbatas diiringi dengan biaya produksi yang semakin meningkat, memaksa kita (khususnya petani) untuk terus berinovasi agar penghasilan dalam bercocok tanam mampu memenuhi kebutuhan hidup yang semakin hari semakin bertambah.

Situasi dan kondisi yang seperti ini yang akhirnya dapat memunculkan ide-ide kreatif bagi petani. Teknik tumpang sari atau tumpang sela tanaman merupakan cara kreatif yang dapat petani lakukan untuk bisa memaksimalkan hasil dari setiap jengkal tanah yang digarapnya.

Salah satu contoh budi daya tumpang sari atau tumpang sela yang biasa dilakukan oleh petani adalah tumpang sari antara tanaman jagung dengan tanaman cabai. Teknik tumpang sari ini dilakukan dengan pola tertentu dan diatur sedemikian rupa sehingga tidak saling mengganggu antara tanaman yang satu dengan tanaman yang lainnya.

Untuk melakukan budi daya tumpang sari antara kedua tanaman tersebut, dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah seperti berikut.

Persiapan Lahan

Membudidayakan tanaman dengan teknik tumpang sari tidak jauh berbeda dengan teknik budi daya tanaman tunggal. Langkah awalnya tetap sama, yaitu dengan melakukan pembersihan lahan dari gulma dan setelahnya dilakukan pembajakan supaya gembur.

Setelah gembur, lahan kemudian dibuat bedengan dengan lebar 80-90 cm dan panjang bedengan disesuaikan dengan ukuran lahan. Bedengan sebaiknya dibuat tidak terlalu tinggi agar mudah melakukan pendangiran. Kemudian dilakukan pengecekan pada pH tanah, jika pH kurang dari atau dibawah 5,5 maka bisa ditaburkan kapur pertanian (dolomit) sesuai kebutuan.

Selanjutnya, diberikan pupuk dasar pupuk kandang atau kompos, bisa juga ditambah dengan pupuk TSP, ZA dan KCL dengan perbandingan 2:1:1. Pupuk ditaburkan secara merata di atas bedengan kemudian diaduk hingga tercampur rata dengan tanah. Dosis pupuk kandang dan pupuk kimia disesuaikan dengan kebutuhan. Biarkan selama kurang lebih 7 hari sebelum penanaman.

Penanaman Jagung

Jagung ditanam dengan jarak antar tanaman 30 cm dan jarak antar baris dalam bedengan 50 cm. Tanam satu benih jagung dalam satu lubang tanam. Sebelum ditanam benih jagung bisa juga dicampur dengan fungisida dan insektisida, tujuannya untuk mencegah penyakit jamur dan gangguan hama.

Penyemaian Benih Cabai

Benih cabai disemai 10 hari sebelum penanaman jagung atau bersamaan dengan penanaman jagung. Benih cabai sebaiknya disemai menggunakan polybag atau try semai agar tidak stres saat pindah tanam. Bibit cabai bisa dipindah tanam pada umur 30 hari setelah semai.

Penanaman Bibit Cabai

Bibit cabai ditanam di antara tanaman jagung dengan mengikuti barisan tanaman jagung di atas bedengan. Bibit cabai ditanam dengan jarak 60x60 cm atau 70x60 cm.

Pemeliharaan Tanaman Tumpang Sari Jagung dan Cabai

Pemeliharaan tanaman tumpang sari meliputi kegiatan penyiangan, pemupukan, pendangiran dan penyiraman. Penyiangan dilakukan segera jika terlihat rumput liar atau gulma mulai tumbuh. Penyiangan hendaknya dilakukan secara manual dan hindari dalam penggunaan herbisida.

Setelah itu, dilakukan pemupukan susulan dengan dosis dan jenis pupuk yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Pupuk susulan diberikan setelah penyiangan dan setelah itu segera dilakukan pendangiran. Sedangkan untuk penyiramannya harus dilakukan secara rutin jika hujan tidak turun.

Pemanenan

Jagung biasanya dipanen pada akhir musim kemarau dan cabai dipanen di awal sampai dengan pertengahan musim hujan dimana biasanya harga cukup tinggi. Ketika jagung sudah siap dipanen tanaman cabai sudah berumur 35-40 hari setelah tanam.

Pada saat itu tanaman cabai sudah mulai berbuah dan jagung sudah siap dipanen sehingga kedua tanaman tidak saling mengganggu. Jika jagung dipanen kering usia panen lebih lama, tetapi tanaman cabai tidak akan terganggu sebab daun-daun jagung sudah mulai mengering dan dipangkas untuk mempercepat pengeringan tongkol.


Referensi:

benihpertiwi.co.id

Friday, November 27, 2020

PENATAAN LAHAN MIRING DENGAN METODE SALT


Metode Sloping Agriculture Land Technology (SALT) merupakan salah satu teknik untuk menata lahan miring yang diperuntukan bagi kegiatan pertanian. Selama ini pemanfaatan lahan miring dalam bentuk kebun dan sawah berundak diketahui memiliki resiko erosi dan tanah longsor yang tinggi. Sehingga banyak petani enggan memanfaatkan lahan miring untuk tanaman pangan, mereka hanya memanfaatkannya untuk tanaman keras.

Di sisi lain, kebutuhan bahan pangan semakin tinggi, mengingat jumlah populasi penduduk yang terus meningkat saban harinya. Oleh karena itu ekstensifikasi lahan pertanian pangan menjadi salah satu pilihan yang tak bisa dihindari. Sehingga pemanfaatan lahan miring untuk kegiatan pertanian menjadi salah satu pilihan yang realistis ditengah keterbatasan lahan yang ada.

Pada tahun 1971, di Filipina diperkenalkan sebuah metode untuk menata lahan miring oleh Mindanao Baptist Rural Life Center (MBRLC). Dikemudian hari, teknik yang populer dengan nama SALT tersebut diakui sebagai salah satu metode terbaik dalam menata lahan miring. Teknik SALT diyakini mampu meminimalkan erosi, membantu mengembalikan struktur dan kesuburan tanah, meningkatkan produksi tanaman, mudah dipraktekkan karena menggunakan alat sederhana, membutuhkan tenaga yang rendah sehingga cocok untuk petani berlahan sempit, dan tidak membutuhkan modal besar. Setidaknya, ada 10 langkah untuk menerapkan teknik menata lahan miring dengan metode SALT, berikut langkah-langkahnya.

Langkah 1. Membuat alat kerja

Gambar 1. Menggunakan frame A

Hal pertama yang harus dilakukan untuk menata lahan miring adalah membuat alat kerja yang dinamakan Frame A. Sebuah alat yang berbentuk menyerupai huruf A, terbuat dari kayu ataupun bambu. Alat ini bisa dibuat sendiri dengan mudah. Caranya, pilih tongkat kayu atau bambu yang kuat tetapi jangan terlalu besar. Potonglah tongkat tersebut dengan panjang 1,5 meter sebanyak 2 buah, yang nantinya akan berfungsi sebagai kaki penopang. Kemudian buat lagi potongan tongkat lain dengan panjang ½ meter, yang akan dipakai untuk bagian palang. Satukan salah satu ujung dari kedua tongkat yang berfungsi sebagai kaki penopang, bisa dengan cara diikat ataupun dipaku. Kemudian ujung lainnya letakkan ditanah yang datar, beri jarak sejauh 1 meter antar ujung tersebut sehingga membentuk segitiga. Pasang dan ikatkan, tongkat yang ketiga pada segitiga tersebut sehingga membentuk huruf A. Paku atau ikat dengan kuat. Frame A ini akan digunakan untuk membuat garis lintasan.

Langkah 2. Membuat garis lintasan

Gambar 2. Menemukan garis lintasan

Menemukan titik-titik lintasan
Tahap selanjutnya dalam menata lahan miring adalah menentukan titik-titik lintasan. Sebaiknya untuk menentukan titik-titik lintasan ini diikerjakan oleh 2 orang, satu memegang alat Frame A, satu lagi menancapkan patok pada setiap titik yang ditandai. Pertama-tama potonglah tongkat kayu atau bambu sepanjang 30 cm untuk patok atau tiang pancang. Banyaknya patok disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan luas lahan yang akan kita tata. Bersihkan lahan dari semua rintangan dan semak belukar untuk memudahkan menentukan titik lintasan dan memberi tanda.

Pilih sembarang titik dimana garis lintasan akan dibentuk. Mulailah bekerja pada areal yang paling tinggi. Cara mengerjakannya sebagai berikut, letakan salah satu kaki (kita sebut saja kaki belakang) dari Frame A di atas tanah. Cari tempat untuk meletakkan kaki yang lain (sebut saja kaki depan) di atas tanah yang tingginya sama dengan kaki belakang. Untuk memastikan ketinggian tanah antara kaki belakang dan kaki depan telah sama, gunakan benang yang diikatkan pada ujung segitiga Frame A bagian atas. Sedangkan ujung benang lainnya diberi pendulum, boleh paku atau benda lainnya. Apabila garis benang tersebut membagi bidang Frame A sama besar (lihat Gambar 1), bisa dikatakan kedua permukaan tanah sama tinggi. Fungsi benang dan pendulum bisa juga digantikan dengan meletakkan water pass pada palang Frame A, dimana gelembung air harus berada di tengah.

Ketika kita dapat meletakkan kedua kaki Frame A pada ketinggian tanah yang sama, berarti kita sudah berhasil menentukan titik lintasan. Berilah tanda dengan patok yang telah dibuat pada kaki bagian belakang. Selanjutnya, putarlah kaki belakang Frame A dimana kaki bagian depan berfungsi sebagai poros (jangan diangkat). Sekarang kaki belakang jadi kaki depan dan kaki depan jadi kaki belakang. Carilah permukaan tanah yang mempunyai ketinggian yang sama dengan kaki yang menjadi poros. Nah, sekarang angkat bagian poros dan tandai dengan patok. Begitu selanjutnya untuk menentukan titik-titik lintasan.

Menentukan garis lintasan
Gerakkan Frame A terus menerus ke arah depan dengan cara seperti diatas. Berilah tanda dengan patok pada setiap titik yang didapatkan (lihat Gambar 2). Lakukan terus langkah tersebut hingga tiba pada titik terakhir dari areal lahan kita. Kemudian tarik garis yang menyambungkan titik yang telah dibuat. Sekarang kita sudah menemukan garis lintasan.

Gambar 3. Mengukur garis lintasan

Jarak Antar Garis Lintasan
Lakukan langkah membuat garis lintasan seperti di atas untuk membuat lintasan-lintasan dibawahnya. Cobalah membuat beberapa garis lintasan yang mungkin. Ingatlah, semakin dekat batas garis antar lintasan maka peluang untuk erosi berkurang. Juga peluang untuk memproduksi unsur hara dalam bentuk biomassa semakin besar dan memungkinkan tanamanan tumbuh dengan baik.

Ada 2 kriteria untuk menentukan jarak antar lintasan: garis vertikal dan garis horizontal. Secara vertikal, sebaiknya garis berikutnya tidak lebih dari 1 meter dibawahnya untuk mencegah erosi berlebihan. Pada bagian yang kemiringannya ekstrim atau curam, jaraknya harus lebih pendek. Sementara itu, pada lahan yang datar, sebaiknya jarak horizontal antar garis tidak lebih dari 5 meter untuk memaksimalkan manajemen kesuburan tanah.
Langkah 3. Menyiapkan garis lintasan

Gambar 4. Menyiapkan garis lintasan

Setelah garis-garis lintasan dibuat, selanjutnya lakukan pengolahan tanah atau pembajakan diantara garis-garis tersebut, bisa dengan bajak ataupun cangkul. Pengolahan tanah dilakukan memanjang mengikuti alur garis hingga ke ujung lahan. Lebar setiap areal pembajakan usahakan sebesar 1 meter. Patok atau pancang akan memandu kita ketika pembajakan. Tidak usah dipaksakan untuk membajak semua areal diantara garis lintasan. Sisa-sisa yang tidak terbajak akan berguna sebagai penahan erosi, karena akan diperuntukan bagi tanaman penyeling.

Garis-garis lintasan yang telah dibuat akan membentuk pola bedengan atau terasering yang mengikuti kontur permukaan lereng gunung atau lahan miring. Dengan mengikuti bentuk kontur asli, erosi dan resiko tanah longsor akibat pengolahan tanah bisa ditekan minimal.

Langkah 4. Menanam tanaman sumber nitrogen

Pada setiap garis lintasan dibuat 2 buah alur pada jarak ½ meter (lihat gambar 4), sehingga membentuk lintasan yang kita sebut gang. Tanamlah tanaman sumber nitrogen pada setiap alur gang kemudian tutup dengan tanah. Salah satu tanaman sumber nitrogen adalah tanaman pagar leguminosa. Tanaman leguminosa mempunyai kemampuan untuk tumbuh di areal tandus dan kering. Hal tersebut membuat tanaman ini sangat baik untuk mengembalikan kesuburan tanah pada perbatasan aliran sungai, areal yang miring dan areal lain yang sudah gundul. Melalui daun-daun yang jatuh akan memperkaya dan membuat tanah menjadi subur. Sebagai tambahan, tanaman leguminosa mampu bersaing dengan rumput-rumput keras, dimana umumnya tanah-tanah tersebut sudah kehabisan unsur hara karena sistem pertanian konvensional.

Contoh lain tanaman sumber nitrogen adalah Flemingia macrophylla, Desmodium rensonii, Gliricidia sepium, dan Calliandra calothyrsus. Tumbuhan terebut contoh yang paling baik dari tumbuhan campuran nitrogen sebagai pagar tanaman pada pertanian SALT. Tanaman pagar lainnya adalah Indigofera tysmane, Calliandra tetragona, Leucaena luecocephala dan Leucaena diversifolia. Harus juga diingat, kita harus memilih tanaman tumbuhan nitrogen yang cocok dengan iklim dan kondisi tanah.

Langkah 5. Mengolah lahan alternatif gang

Jika kita ingin menanami gang sebelum tumbuhan pelengkap nitrogen tumbuh dengan baik, olahlah pada gang berselang seling, misalnya gang ke 2,4,6,8, dan seterusnya. Pengolahan alternatif ini akan mencegah terjadinya erosi karena gang yang tidak perlu di bajak akan menahan tanah yang dibajak. Jika tanaman pelengkap nitrogen telah tumbuh dengan baik maka kita sudah bisa menanami tanaman pada setiap gang.

Langkah 6. Menanam tanam tanaman permanen

Gambar 5. Menanam tanaman permanen

Tanamlah tanaman permanen pada setiap gang ke-3. Tanaman permanen ini bisa ditanami bersamaan waktunya dengan tanaman campuran nitrogen. Hanya pada titik-titik yang kosong yang ditanami dan digali, kemudian setelah tumbuhan campuran nitrogen berumur 8 bulan atau tinggi 1 meter, maka lahan sudah dapat diolah secara maksimal. Adapun contoh dari tanaman permanen adalah durian, rambutan, manggis, duku, pisang, kopi atau tanaman lain yang memiliki tinggi yang sama. Tanaman yang pohonnya tinggi sebaiknya ditanaman pada lereng yang paling bawah sedangkan tanaman yang tidak begitu tinggi ditanam pada lereng yang paling atas.

Langkah 7. Menanam tanaman berumur pendek dan sedang

Dalam menata lahan miring tanamlah tanaman yang umurnya relatif pendek atau sedang diantara gang atau antara tanaman permanen. Tanaman-tanaman ini menjadi sumber makanan sehari-hari atau bisa juga menjadi sumber pendapatan rutin menunggu tanaman permanen menghasilkan buah. Adapun contoh tanaman yang umurnya pendek atau sedang adalah nenas, jahe, kunyit, kacang kedelai, kacang tanah, melon, semangka, jagung, padi, dan lain-lain. Untuk menghindari tajuk, tanaman yang pendek harus jauh dari tanaman yang tinggi.
Langkah 8. Merapikan secara rutin tanaman sumber nitrogen

Gambar 6. Merapikan tanaman secara teratur

Pangkaslah tanaman campuran nitrogen secara teratur sekali dalam sebulan dengan tinggi 1 atau 1,5 meter dari tanah. Biarkan potongan-potongan daun dan tangkai di atas permukaan tanaman produksi. Hal ini sangat penting untuk mencegah air hujan yang jatuh. Potongan-potongan tanaman campuran nitrogen yang sudah dipangkas ini juga akan sangat bagus sebagai pupuk organik untuk tanaman permamen maupun tanaman yang berumur pendek. Dengan jalan ini maka secara otomatis kebutuhan pupuk komersial bisa dikurangi.

Langkah 9. Menerapkan rotasi tanaman

Jalan yang paling baik untuk melakukan rotasi tanaman adalah menanam tanaman serealia (gandum-ganduman) seperti jagung dan padi. Setelah itu tanaman akar seperti ubi, ubi rambat, kentang, wortel, dan lain-lain. Setelah itu tanaman kacang-kacangan seperti kacang panjang, buncis, kacang tanah, kacang kedelai, dan lain-lain. Setelah itu tanaman buah seperti cabai, melon, semangka, timun, terung, dan lain-lain. Dengan jalan ini pula, kesuburan tanah terpelihara dengan baik dan mata rantai hama juga bisa terputus.

Langkah 10. Membangun teras hijauan

Gambar 7. Terasing akan terbentuk secara alamiah

Langkah terakhir dalam menata lahan miring yaitu mencegah erosi. Hal yang perlu dilakukan adalah merawat tanaman pagar agar tetap tumbuh lebat dan sehat. Adalah hal yang umum bila kita melihat jerami, tangkai-tangkai kayu, ranting-ranting, dahan-dahan, daun-daun, batu-batuan disekitar tumbuhan pelengkap nitrogen pada pertanian dengan sistem SALT. Jika kita merawatnya dengan baik, maka semakin lama tumbuhan pelengkap nitrogen bekerja dengan baik. Areal juga akan kelihatan hijau dan indah. Perpaduan seni, keindahan, alam yang lestari serta panen yang berlimpah akan terwujud dengan teknik SALT ini.

Sumber: Asian Rural Life Development Foundation