Showing posts with label Artikel Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Artikel Peternakan. Show all posts

Tuesday, November 24, 2020

MEMBUAT PAKAN AYAM DENGAN DAUN SINGKONG


Salam sejahtera sahabat tani semuanya kali ini bidang pertanian akan membahas sedikit tentang cara membuat pakan ayam kampung dengan biaya yang sangat minim.

Karena semakin lama harga pakan ayam semakin mahal, maka dari itu supaya kita tidak merugi dalam usaha ternak ayam kampung maka kita harus bisa mengolah pakan sendiri, apalagi kita bisa membuat pakan ayam dengan biaya yang sangat minim. Nah kali ini bidang pertanian akan membeberkan tentang cara membuat pakan ayam kampung super dengan biaya yang sangat minim.

Sebenarnya sangatlah banyak di sekitar kita bahan-bahan yang bisa kita jadikan campuran pakan ayam kampung super di antaranya :

Memanfaatkan daun singkongDaun singkong sangat baik bagi pertumbuhan dan bobot ayam kampung super, dan biayanya juga sangat minim bahkan bisa dengan gratis untuk mendapatkannya apabila kita punya tangkai singkong sendiri.

Caranya :

Pertama kita cincang dulu daun singkong yang udah tua sampai menjadi berukuran kecil-kecil, sebanyak-banyaknya tergantung jumlah ayam yang kita miliki. Dan juga bisa dengan cara daun singkong di keringkan terlebih dahulu kemudian kita remas-remas sampai menjadi butiran kecil-kecil, dan juga cara ini bisa membuat sekala besar dalam sekaligus karena daun singkong yang sudah di keringkan bisa kita simpan selama mungkin, jadi saya menyarankan jika anda sebagai ternak ayam kampung super dalam sekala besar lebih baik Anda menggunakan cara pengeringan daun singkong untuk di jadikan bahan tambahan pakan ayam jawa super. Karena saya punyanya dalam sekala kecil maka saya langsung dengan media mencincang daun singkong tersebut sampai berukuran kecil-kecil


Nah ini untuk pemberian langsung tanpa adanya pengeringan terlebih dahulu.
Dan yang kedua kita bisa dengan bekatul untuk campurannya, perbandingannya terserah Anda jika pingin lebih minim biaya yang pasti daun singkong yang lebih banyak.

Kemudian kita campurkan dua bahan tersebut sampai merata

Kemudian aduk sampai merata, samapai seperti gambar di bawah berikut..


Yang terakhir kita kasih air hangat dan aduk sampai merata sampai basah sekitar 60%. Gunanya air panas supaya membunuh bakteri yang ada di daun singkong tersebut, kemudian dinginkan sebelum kita kasih pada ayam kita, setelah dingin baru deh kita kasih pakan tersebut pada ayam kesayangan kita.

Catatan :
Pakan ini bisa di kasih pada ayam yang sudah berumur 1 bulan, jadi tetap saja pakan yang baru netas sampai berumur 1 bulan kita kasih pakan yang dari pabrik, karena masih masa pengopenan dan masih belajar memakan sesuatu, jadi ya kita harus mengeluarkan agak tebel tuh modal pakan dalam jangka 1 bulan tersebut,gambar di atas yang punya saya itu baru umur 2,5 bulan dan beratnya paling besar ada yang 1,5 Kg paling kecil beratnya 8 ons, lumayankan, coba kalo kita sekala besar benar-benar serius usaha ternak ayam kampung super, jadi penghasilan lebih lipet deh.

Sekian dan terimakasih, selamat mencoba dan salam sukses selalu.

Monday, February 4, 2019

TIPS BETERNAK DAN PERAWATAN GURITA


Hewan gurita ialah bukan hewan yang terdengar asing, hewan gurita dikenal sebagai hewan air yang hidup di lautan, memiliki ukuran tubuh besar, dan memiliki alat gerak berupa lengan yang juga digunakan untuk mencari pakan atau mangsa.

Secara alami, hewan gurita hidup di terumbu karang yang terletak di Samudera. Hewan gurita mempunyai 8 lengan yang dilengkapi alat penghisap berbentuk bulatan bulatan cekung di sekujur lengannya.

Hewan gurita tergolong sebagai hewan yang jarang dipelihara karena perawatannya sangat rumit. Tentu sangat jarang sekali ya sobat melihat hewan gurita berada di akuarium tempat pemeliharaan? Berbagai restorant yang mengolah hewan gurita menjadi masakan pun umumnya mendapatkan bahan dari tangkapan nelayan, tidak membudidayakannya.

Perlu diketahui nih sobat, hewan gurita dikenal sebagai hewan paling cerdas. Hewan gurita mampu menyelinap dengan cepat dan hidup di darat selama 1 sd 2 jam. Dengan kecerdasan dan kemampuannya untuk bertahan hidup di lingkungan darat selama 1 sd 2 jam tersebut, hewan gurita mampu melarikan diri dari akuarium tempat pemeliharaan yang menjadi tempat tinggalnya.

BACA JUGA
jika ia dipelihara sebagai hewan budidaya. Namun hewan gurita ternyata juga bisa dijadikan hewan peliharaan walaupun sulit untuk menjaganya agar tidak kabur. Hewan gurita merupakan hewan cerdas dan memiliki kemampuan memecahkan masalah sehingga sering dilaporkan melarikan diri dari akuarium tempat pemeliharaan yang tertutup rapat.

Beberapa hewan gurita dalam satu spesies yang sama mempunyai banyak variasi ukuran dan umur. Hewan gurita adalah binatang yang sangat kuat bila dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Hewan gurita yang dipelihara sebagai hewan peliharaan bisa membuka tutup akuarium tempat pemeliharaan dan bertahan hidup cukup lama di luar air sebelum masuk ke akuarium tempat pemeliharaan di dekatnya dan menyantap ikan ikan yang ada di dalamnya.

Nah tipspetani, kali ini penulis mengulas mengenai 11 Cara Budidaya Gurita di akuarium atau di tempat budidaya lainnya sebagai wawasan untuk sobat atau mungkin sobat sudah tak sabar ingin segera mencoba membudidayakannya?

1. Tempat Pemeliharaan
Sobat bisa menyiapkan akuarium tempat pemeliharaan khusus untuk memelihara hewan gurita. Jangan pernah memasukkan ikan ikan hias di dalam akuarium tersebut ya sobat, karena pasti akan dimangsa olehnya. 

2. Penutupan dengan Kawat Kasa
Tutup bagian atas akuarium tempat pemeliharaan tersebut dengan kawat kasa sehingga hewan gurita tidak dapat melarikan diri.

3. Tempat Persembunyian
Lengkapi interior atau bagian dalam akuarium tempat pemeliharaan dengan gua buatan sebagai tempat persembunyian agar ia merasa seperti di alam aslinya. (Baca juga mengenai cara memilih ikan koi yang bagus)


4. Pengaturan Pencahayaan
Hewan gurita biasanya tinggal di dasar laut. Jadi ia tidak membutuhkan cahaya dalam jumlah yang cukup banyak. Pencahayaan secara maksimal justru akan membuatnya menjadi stres. Atur pencahayaan sedemikian rupa agar jangan

terlalu terang dan jauhkan akuarium dari sinar matahari langsung ya sobat. Sebagai binatang pemalu, hewan gurita juga akan tetap diam apabila berada di lingkungan yang ramai. 

5. Kebutuhan Pakan
Sobat bisa memberikan hewan gurita pakanan berupa hewan kepiting kecil. Hewan kepiting kecil yang dipakai disarankan masih hidup, lalu dimasukkan langsung ke akuarium tempat pemeliharaan supaya hewan gurita dapat menangkapnya sendiri.

Sobat juga bisa memberikan variasi pakanan yaitu udang dan ikan ikan laut kecil. Sesekali Sobat pun dapat memberikannya timun yang telah direbus. Berikan pakanan ini setiap malam dan dini hari karena hewan gurita adalah binatang nokturnal. 

6. Waktu Pemberian Pakan
Alternatif lain pakanan hewan gurita yang dipelihara di dalam akuarium tempat pemeliharaan adalah cacahan daging udang kecil, cacing beku, dan sesekali sobat bisa memberikan potongan mentimun layu (mentimun yang disiram

air panas terlebih dahulu). Pakanan untuk hewan gurita yang dipelihara dalam akuarium tempat pemeliharaan tersebut bisa diberikan setiap pagi, sore, dan malam hari karena hewan gurita adalah hewan nokturnal atau hewan yang aktif di malam hari.

7. Kebersihan Akuarium
Agar hewan gurita milik Sobat dapat tumbuh dengan sehat, Sobat harus menjaga kebersihan akurium tempat tinggalnya. Ganti setengah volume air laut yang ada di dalam tangki setiap 2 minggu sekali. Pasanglah alat aerator dan filtrasi yang berguna untuk menjaga kebersihan akuarium tempat pemeliharaan. Segera ambil sisa pakanan yang mengendap di dasar tangki sebelum mencemari air.

8. Hindarkan dari Air Kotor
Kebersihan air di dasar dalam akuarium tempat pemeliharaan juga hendaknya dijaga. Kematian hewan gurita yang dipelihara di dalam akuarium tempat pemeliharaan rata rata karena kondisi media air tempat memelihara hewan gurita sudah kotor.

9. Cara Perkawinan
Jika ingin memperbanyak hewan hewan gurita yang sobat, pelihara, sobat bisa memelihara hewan hewan gurita berjenis kelamin jantan dan betina. Hewan bertentakel ini menggunakan isyarat kimia untuk mencari pasangannya.

Tapi saat bertemu, hewan gurita jantan langsung ekstra waspada karena meski bukan hewan pemilih, hewan gurita betina akan memakan pasangannya setelah mereka berhubungan, sehingga sobat harus segera memisahkan mereka setelah kawin. Saat reproduksi, hewan gurita jantan akan menyisipkan penis hewan gurita betina, ke rongga mantel betina.

Organ yang juga biasa disebut sebagai lengan ketiga hewan gurita ini akan lepas dengan sendirinya saat sudah masuk ke dalam organ vital hewan gurita betina. Lengan ketiga ini menyimpan sekantung sperma. Saat itulah sobat harus segera memisahkannya agar hewan gurita jantan tidak dimakan oleh hewan gurita betina.

10. Pencegahan Hama
Hindarkan akuarium tempat pemeliharaan hewan gurita dari penyakit dengan cara menjaga kebersihannya ya sobat, miliki alat kebersihan yang lengkap sebab jika di dalam akuarium tempat pemeliharaan terdapat lumut atau bakteri akan mudah membuatnya stres dan mati.

Thursday, January 31, 2019

PANDUAN DASAR UNTUK PETERNAKAN KELINCI

https://idtipspetani.blogspot.com/2019/02/panduan-dasar-untuk-peternakan-kelinci.html

Peluang usaha ternak kelinci cukup menjanjikan karena kelinci termasuk hewan yang gampang dijinakkan, mudah beradaptasi dan cepat berkembangbiak. Secara umum terdapat dua kelompok kelinci, yakni kelinci budidaya dan kelinci hias. Kelinci budidaya adalah jenis kelinci yang dibudidayakan untuk dikonsumsi dagingnya atau diambil kulit dan bulunya. Sedangkan kelinci hias adalah jenis kelinci untuk hewan kesayangan.


Sebenarnya tak ada batasan pasti antara kelinci hias dan budidaya. Banyak ras kelinci yang awalnya diperlakukan sebagai kelinci hias, dikemudian hari dimanfaatkan menjadi kelinci pedaging. Karena ras tersebut memiliki keunggulan pedaging seperti bobotnya yang besar, pertumbuhan bobot cepat dan perkembangbiakannya tinggi. Begitu pula sebaliknya, kelinci yang awalnya diperuntukan untuk pedaging namun karena bentuk dan rupanya indah memukau, kemudian dikembangkan sebagai kelinci hias.

JENIS KELINCI YANG DIBUDIDAYAKAN

Terdapat tiga fokus utama dalam ternak kelinci, yakni berorientasi pada daging, kulit dan bulu. Jenis-jenis kelinci pun memiliki keunggulan berbeda-beda, ada yang unggul di pertumbuhan daging, kualitas kulit dan produksi bulu atau woll. Di Indonesia, ternak kelinci masih didominasi oleh kelinci pedaging. Hal ini karena industri kulit dan woll kelinci belum berkembang luas.

Ada baiknya kita mengenal jenis-jenis kelinci agar bisa disesuaikan dengan orientasi ternak kita, apakah mau fokus pada daging, kulit atau bulu. Kementerian Pertanian mengeluarkan panduan untuk para peternak kelinci agar memelihara kelinci sesuai peruntukannya. 

Menyiapkan kandang

Secara umum terdapat dua tipe kandang yakni, sistem terbuka dan tertutup. Kandang sistem terbuka berupa hamparan lahan yang sekelilingnya diberi pagar. Kelinci dibiarkan bebas berkeliaran dalam area tersebut. Dalam area kandang disediakan naungan untuk berteduh dan tempat istirahat. Kandang terbuka ini sudah menjadi tipikal usaha ternak kelinci tradisional di Indonesia. Dengan sistem seperti ini pemeliharaan relatif lebih mudah. Apalagi kalau hamparannya luas, kelinci dibiarkan mencari makan sendiri jadi kalau sekali-kali telat dalam memberi pakan tidak perlu khawatir. Kelemahan sistem ini memerlukan lahan yang luas. Hanya layak dilakukan di pedesaan dimana ketersediaan lahan cukup besar.

Kandang tertutup merupakan kandang yang dibatasi lantai, dinding dan atap. Kandang jenis ini cocok untuk usaha ternak intensif. Budidaya kelinci dengan sistem kandang tertutup memerlukan dua tipe kandang, yaitu tipe postal dan tipe baterai. Kandang tipe postal adalah kandang untuk menempatkan beberapa ekor kelinci sekaligus. Digunakan sebagai kandang perkembangbiakkan dan merawat anak-anak kelinci. Sedangkan kandang tipe baterai adalah kandang yang dirancang untuk mewadahi satu ekor kelinci per kandang, biasanya berbentuk rak bersusun. Cocok digunakan untuk pembesaran. Untuk mengetahui lebih jauh tentang sistem perkandangan kelinci, 

Memilih indukan

Memilih bibit atau calon indukan harus benar-benar diperhatikan. Karena bibit berperan besar menentukan tingkat keberhasilan ternak kelinci. Indukan kelinci menentukan produktivitas dan kualitas hasil budidaya.

Berikut ini beberapa kiat untuk memilih bibit ternak kelinci potong:
  • Cari kelinci yang memiliki riwayat kesehatan yang baik. Keturunan dari kelinci-kelinci yang menghasilkan banyak anak dalam sekali kelahiran.
  • Bobot tubuh indukan kelinci betina minimal 4-5 kg, jantan 3-5 kg.
  • Memiliki pinggul yang bulat penuh.
  • Punggung tidak cekung.
  • Mata cerah, tidak terlihat lesu dan ngantuk.
  • Bulu bersih, terutama di sekitar kelamin.

https://idtipspetani.blogspot.com/2019/02/panduan-dasar-untuk-peternakan-kelinci.html
Di alam bebas kelinci hanya mengkonsumsi hijauan. Untuk usaha ternak, kita bisa memberikan hijauan, konsentrat, ditambah dengan vitamin. Hijauan yang disenangi kelinci antara lain limbah sayuran, seperti sawi, wortel, lobak dan daun singkong. Juga jenis rumput-rumputan dan daun-daunan dari tanaman kacang tanah, jagung dan pepaya. 

Sedangkan konsentrat biasanya berupa pelet buatan pabrik. Pemberian pelet dilakukan untuk memudahkan dan membuat praktis pemberian pakan. Pelet biasanya sudah memiliki kandungan nutrisi lengkap. Biaya pembelian pelet memang cukup mahal, namun ketersediaan dan kontinuitasnya lebih terjamin. Hal ini sangat diperlukan untuk usaha ternak kelinci secara intensif.

Pemberian hiijauan dimulai sejak kelinci berumur 2 minggu sedikit demi sedikit. Jenis hijaun yang diberikan sebaiknya dilayukan terlebih dahulu untuk mencegah kembung pada anak kelinci, yang bisa mengakibatkan kematian. Anak kelinci biasanya disapih setelah berumur 8 minggu.

Total kebutuhan pakan untuk kelinci mencapai 4-5% dari bobot tubuhnya per hari. Kelinci muda hingga 4 bulan membutuhkan hijauan 20% dari total pakannya. Kelinci lebih dari 4 bulan membutuhkan 60% hijauan dari total pakannya. Sebaiknya pisahkan waktu pemberian pakan konsentrat dengan hijauan. Misalnya, konsentrat diberikan pada pagi hari sekitar jam 10.00, hijauan bisa diberikan pada pukul 13.00-18.00.

https://idtipspetani.blogspot.com/2019/02/panduan-dasar-untuk-peternakan-kelinci.html

Mengawinkan kelinci

Salah satu parameter untuk melihat produktivitas ternak kelinci adalah dengan melihat tingkat kelahiran. Kelinci bereproduksi dengan melahirkan anak. Kelinci memasuki tahap dewasa dan siap dikawinkan pada umur 6-12 bulan, tergantung pada jenis rasnya. Secara alamiah, kelinci betina yang siap melahirkan anak akan menujukkan tanda-tanda berahi sebagai berikut:
  • Terlihat gelisah, perilakunya selalu mencari-cari pejantan.
  • Suka menggosok-gosokkan dagunya pada benda-benda di sekitarnya atau kelinci lain.
  • Vulva berwarna kemerahan dan basah.
Mengawinkan kelinci bisa dengan dua cara, yaitu secara berkelompok atau berpasangan. Perkawinan berkelompok dilakukan dengan cara memasukkan sejumlah betina dan pejantan dalam satu area. Satu pejantan bisa mengawini 5-10 betina.

Sedangkan cara berpasangan dilakukan dengan memasukkan satu betina dan satu jantan dalam satu kandang. Selama masa perkawinan, amati apakah terjadi perkawinan atau tidak. Bila tidak, kemungkinan tidak cocok. Ganti pejantan dengan yang lain.

Berikut ini hal-hal umum yang perlu diketahui dalam mengawinkan kelinci:
  • Kelinci siap untuk dikawinkan setelah berumur 6-12 bulan, tergantung jenis ras.
  • Masa berahi kelinci berlangsung selama 11-15 hari.
  • Dari masa berahi satu ke masa berahi selanjutnya berlangsung selama 2 minggu.
  • Masa kehamilan berlangsung 28-35 hari, tergantung jenis ras.
  • Secara alami masa menyusui kelinci bisa berlangsung selama 8 minggu. Dalam usaha ternak kelinci masa menyusui eksklusif dilakukan selama 15-20 hari. Setelah itu anak kelinci diberi hijauan agar belajar makan sambil tetap menyusui, jangan disapih. Anak kelinci bisa disapih setelah 8 minggu.
  • Kelinci betina bisa dibuahi lagi (subur kembali) setelah 2 minggu terhitung sejak melahirkan.
  • Dalam satu tahun, kelinci bisa mengalami hingga 5 kali kehamilan.
  • Jumlah anak dalam satu kali kelahiran 4-12 ekor, tergantung jenis ras.
  • Masa produktivitas biasanya berlangsung 1-3 tahun. Bila kurang atau lebih dari itu biasanya jumlah dan kualitas anakan menurun.
PANEN TERNAK KELINCI

Tidak ada patokan pada umur berapa ternak kelinci bisa dipanen. Pasar kelinci saat ini tidak semasif jenis daging lain seperti unggas, sapi atau kambing. Kelinci biasanya dijual anakannya sebagai peliharaan. Untuk menjual anakan sebaiknya diatas 2 bulan, setelah masa penyusuan. Karena kelinci yang terlalu muda dikhawatirkan tidak akan bertahan terpisah dari induknya.

Sedangkan untuk pedaging, biasanya dipanen setelah kelinci berusia 3,5 bulan atau mempunyai bobot 2-3 kg. Lama waktu penggemukan untuk mencapai bobot tersebut berlangsung sekitar 2-3 bulan. Bila dijual lebih lama lagi, biasanya sudah tidak ekonomis karena kelinci membutuhkan pakan yang lebih banyak. Apabila kita ingin menjual bibit atau calon indukan, biasanya dipelihara hingga kelinci berumur 10-12 bulan. Harga bibit tidak lagi diperhitungkan per kg, tapi dilihat keunggulan keturunan dan kesehatannya.

HAL-HAL YANG MENJADI PERHATIAN DALAM MEMBUAT KANDANG KELINCI YANG SEHAT

Monday, April 11, 2016

MANFAAT TETES TEBU UNTUK PETERNAKAN

TETES TEBU UNTUK INDUSTRI PETERNAKAN

Tetes Tebu Untuk Industri Peternakan . Tetes tebu sangat di butuhkan untuk industri peternakan, pertanian. Molase atau etes tebu adalah sejenis sirup limbah sisadari proses pengkristalan gula pasir. Molase tidak dikristalkan karena mengandung glukosa dan fruktosa yang tidak dikristalkan lagi. Tetes tebu sering dimanfaatkan sebagai bahan campuran pakan/ minum ternak, bahan campuran jamu ternak, untuk fermentasi pakan & kotoran ternak, bahan industri kimia, bahan industri energi etanol, bahan industri konstruksi dan bahan baku industri pangan, dll.



tetes tebu dalam drum

Tetes tebu murni (tidak dicampur apapun) untuk memenuhi kebutuhan usaha pertanian, peternakan dan industri makanan. Harga bandrol loco umumnya di jual Rp 550.000/ drum 200 L. dan biasanya harga tersebut belum termasuk drum (bisa tukar drum kosong).

Manfaat Tetes Tebu / Molases Untuk Ternak 
  • merupakan pakan pencahar yang normalnya diberikan pada ternak dalam jumlah kecil.
  • meningkatkan palatabilitas ransum (aroma dan rasa disukai oleh hewan ternak),
  • meningkatkan nafsu makan
  • meningkatkan aktivitas mikroba rumen,
  • mengurangi ransum berdebu (dustiness),
  • sebagai perekat dalam pembuatan pellet,
  • sumber energi yang essensial
  • menggemukan ternak
Cara pemakaian : dicampurkan ke ransum dengan komposisi maksimal 15%.

Manfaat Tetes Tebu/ Molase Untuk Ternak Unggas
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Sumber energi yang esensial
  • Menggemukan ternak

Cara pemakaian : dicampurkan ke air minum dengan komposisi tetes tebu maksimal 5%.

MENGAPA TETES TEBU BISA MENGGEMUKAN TERNAK ?

1. Meningkatkan Nafsu Makan Ternak


Menurut pakar dokter ternak, protein merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap pertambahan berat badan, mengingat fungsi protein sebagai unsur pembentuk jaringan tubuh, maka banyaknya konsumsi pakan yang masuk ke dalam tubuh ayam, mengakibatkan pakan terserap oleh tubuh unggas sehingga terjadi pembentukan daging.
2. Sumber Energi Esensial Ternak

Sebagai penambah energi karena jika kondisi iklim yang kurang baik maka energi pada pakan tidak digunakan sebagai pertumbuhan tetapi digunakan sebagai pengganti energi tubuh yang hilang oleh karena itu perlu penambahan tetes tebu yang merupakan sumber energy esensial.

Molase yang dalam bahasa Inggris disebut molasses merupakan produk sampingan dari industri pengolahan gula tebu atau gula bit yang masih mengandung gula dan asam-asam organik. Molase yang hasil dari industri gula tebu di Indonesia dikenal dengan nama tetes tebu. Tetes tebu didapatkan dari hasil pemisahan dengan kristal gula pada pengolahan gula tebu.

Proses pengolahan diawali dengan penggilingan tebu untuk mengeluarkan nira mentah yang berbentuk jus, setelah itu nira mentah akan memasuki proses pemurnian untuk mendapatkan nira jernih dengan cara mengendapkan nira kotor, selanjutnya nira jernih memasuki proses penguapan yang bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi sampai dengan tingkat jenuhnya.

Sampai tahap ini nira kental hasil dari proses penguapan akan melalui proses pembentukan kristal gula melalui pemasakan, setelah kristal terbentuk dan melalui tahap pendinginan dilakukan pemisahan menggunakan alat pemusing dan penyaring sehingga didapatkan gula mentah dan tetes tebu.

Industri yang memanfaatkan molase diantaranya adalah industri yang menghasilkan produk hasil penyulingan seperti rum, alkohol, industri fermentasi seperti mononatrium glutamat, asam sitrat, cuka, protein sel

Friday, April 17, 2015

CARA BUDIDAYA RUMPUT GAJAH UNTUK PAKAN TERNAK


Penanaman rumput gajah dilakukan dengan metoda perbanyakan vegetatif. Cara yang umum diterapkan adalah dengan stek batang dan memecah anakan. Cara yang pertama memungkinkan perbanyakan dengan lebih cepat, namun agak sedikit lebih lambat pertumbuhannya dibandingan dengan cara anakan atau pols. 

Cara penanaman yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Pengolahan Lahan
Proses penanaman rumput gajah dimulai pada dengan pengolahan lahan yaitu dengan melakukan pembersihan lahan dari tanaman gulma, memisahkan bibit yang masih dapat digunakan untuk kemudian dilakukan pembalikan tanah serta pembuatan ulang dan rekondisi galur tanam.

2. Pupuk Dasar dan Penanaman
Setelah melakukan pengolahan lahan, dilanjutkan dengan pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang (manure sapi) sekira 3 ton (± 1 ton/ha) dan dilanjutkan dengan mengguludkan lahan tanam.
Kemudian dilakukan penanaman dengan metoda stek batang. Untuk satu rumpun ditanam minimal 3 batang, yang masing masing batang terdiri sekurangnya dari 3 ruas. Kami mengusahakan 2 ruas terbenam di dalam tanah.

3. Pemupukan Kedua
Pemupukan kedua dilakukan 2 minggu setelah tanam dengan menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 60 kg / hektar. Pemupukan kedua ini biasanya dibarengi dengan penyaueran (menimbunkan tanah dan rumput liar untuk meninggikan guludan).

4. Pemupukan Lanjutan
Pemupukan kimia selanjutnya dilakukan pada musim hujan yang akan datang. Untuk selanjutnya diharapkan pemupukan cukup dengan menggunakan pupuk kandang sebanyak 2 kali per tahun, 1 kali pada musim hujan, dan 1 kali pada musim kemarau.

5. Pemeliharaan
Pemeliharaan pada tahun pertama dapat di rinci sebagai kegiatan pemupukan dan penyiangan/pembersihan gulma seperti berikut (pada lahan 3.2 hektar):

Pemupukan
Pupuk Kandang 3 hari x 4 orang x 2 kali per tahun = 24 Hari Orang Kerja (HOK)
Pupuk Kimia 1 hari x 4 orang x 1 kali per tahun = 4 HOK

Penyiangan
3 hari x 4 orang x 2 kali per tahun = 24 HOK
Sehingga total pemeliharaan pada tahun pertama adalah 52 HOK

Sedangkan pada tahun kedua dan selanjutnya karena diharapkan sudah tidak menggunakan pupuk kimia maka yang dibutuhkan hanya 48 H.O

Pola Tanam

Pola tanam menggunakan berbagai metoda. Ada yang menggunakan metoda lorong polikultur (alley cropping) dengan tanaman sela, ada juga yang menggunakan sistem monokultur / tunggal.

Pada pola lorong, rumput gajah ditanam dengan tanaman sela jagung (Zea mays), Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) atau Kacang Tanah (Arachis hypogaea) menggunakan jarak dalam barisan ± 50 cm dan jarak antar barisan ± 250 cm (50 x 250 cm).

Penanaman rumput gajah dengan pola lorong (Alley Cropping)

Diproyeksikan jumlah baris dapat mencapai sekitar 100 baris, dimana setiap baris dapat mencapai rata rata 259 rumpun, sehingga total dalam lahan tersebut mampu menampung rumpun sebanyak 25.900 rumpun.

Pemanenan

Pada musim penghujan secara umum rumput gajah sudah dapat dipanen pada usia 40 – 45 hari. Sedangkan pada musim kemarau berkisar 50 – 55 hari. Lebih dari waktu tersebut, kandungan nutrisi semakin turun dan batang semakin keras sehingga bahan yang terbuang (tidak dimakan oleh ternak) semakin banyak.

Sedangkan mengenai panen pertama setelah tanam, dapat dilakukan setelah rumput berumur minimal 60 hari. Apabila terlalu awal, tunas yang tumbuh kemudian tidak sebaik yang di panen lebih dari usia 2 bulan.

Pemanenan di musim hujan (usia sekitar 40 harian).

Kesimpulan Sementara

Rumput gajah merupakan tanaman yang cukup baik untuk kebutuhan hijauan pakan ternak, baik dilihat dari tingkat pertumbuhan, produktivitas hasil panen maupun nutrisi (terutama kandungan serat) yang terkandung di dalamnya.

Lain daripada itu, selain sebagai hijauan segar, surplus produksi rumput gajah juga dapat digunakan sebagai cadangan pakan dalam bentuk kering (hays) ataupun fermentasi dengan metoda silase setelah terlebih dahulu di cacah.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah nilai investasi dan biaya operasional rumput gajah yang tinggi.

Hal ini disebabkan biaya olah lahan, penanaman, pemupukan, perawatan dan pemanenan rumput gajah yang cukup mahal tanpa dibarengi dengan nilai ekonomis dari rumput gajah.

Seperti diketahui, saat ini rumput gajah belum dianggap sebagai komoditi ekonomi yang biasa di perjual belikan. Terutama pada musim hujan. Pada musim kemarau, di beberapa sentra sapi (terutama sapi perah) rumput ini sudah mulai memiliki nilai ekonomis.

Tapi tetap akan berbeda dengan nilai ekonomis yang bisa diperoleh apabila lahan yang ada ditanami dengan berbagai tanaman produktif baik musiman maupun tanaman keras.

Operasional akan semakin tinggi apabila lahan penanaman rumput terletak jauh dari kandang, sehingga akan menaikkan upah dan ongkos angkut yang harus dibayarkan untuk pemeliharaan dan panen.

selamat mencoba
ternakonline.wordpress.com

PAKAN TERNAK KAMBING YANG BAIK DIBUDIDAYAKAN

Ketersediaan pakan hijauan keberadaanya sangat penting dalam menunjang keberhasilan beternak kambing etawa. Banyak literatur yang sudah menjelaskan jenis-jenis hijauan apa saja yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan kambing baik yang berasal dari rumput-rumputan maupun leguminosa.


E F I memilih dan membudidayakan hijauan yang memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik dan produktivitasnya tinggi, sebagai pakan hijauan yang diberikan baik untuk jenis kambing unggul maupun kambing perah. Berikut adalah hijauan yang kami budidayakan :
http://tipspetani.blogspot.com/2015/04/pakan-ternak-kambing-yang-baik.html

1. Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) : Daun singkong yang dimanfaatkan bisa berasal dari berbagai varietas singkong budidaya ataupun dari singkong karet, keduanya sangat mudah untuk dibudidayakan, hanya dengan menanam batangnya saja pada saat musim hujan mayoritas dapat tumbuh dengan baik.

Hasil penelitian Ravindran (1991) menunjukkan bahwa daun singkong mempunyai kandungan protein yang tinggi yaitu berkisar antara 16.7−39.9% bahan kering dan hampir 85% dari fraksi protein kasar merupakan protein murni, sedangkan bagian kulit dan onggok memiliki kandungan pati yang cukup tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber energi. Liem et al. (1997) melaporkan dari 2.5−3 ton/ha hasil samping tanaman singkong dapat menghasilkan tepung daun singkong sebanyak 600−800 kg/ha. Lebih lanjut dijelaskan pemakaian tepung daun singkong dalam formulasi ransum dapat dijadikan sebagai sumber protein dan konsentrat pada kambing dan sapi perah (Khang et al. 2000).

Wanapat dan Knampa (2006) melaporkan hay daun singkong dapat menggantikan pemakaian bungkil kedelai pada sapi perah di daerah tropik. Selain berfungsi sebagai sumber protein, daun singkong juga berperan sebagai anti cacing (anthelmintic) dan kandungan taninnya berpotensi meningkatkan daya tahan saluran pencernaan ternak terhadap mikroorganisme parasit. Ensilase merupakan salah satu cara pengawetan daun singkong sebagai pakan ternak (Hang 1998) dan efektif menurunkan kandungan sianida (HCN) pada ubi kayu setelah 3 bulan ensilase yaitu dari 289 mg/kg menjadi 20.1 mg/kg (Kavana et al. 2005).

Banyak peternak yang ragu dalam menggunakan daun singkong sebagai pakan kambing mengingat adanya kandungan sianida yang identik dengan racun. Selama ini tidak pernah ada kasus kerancunan di kandang EFI, caranya simple daun singkong sebelum diberikan terlebih dahulu dijemur/dilayukan atau didiamkan satu malam kemudian keesokan harinya diberikan.

http://tipspetani.blogspot.com/2015/04/pakan-ternak-kambing-yang-baik.html

2. Gamal (Gliricidia Sepium) : Banyak penamaan berbeda di banyak daerah untuk gliricidia ini sbb: Gamal (Indonesia), Lirikside, liriksidia, Wit Sepiung (Jateng), Johar Gembiro Loka (DIY). Jawa Timur: Kelorwono, Joharlimo, Johar Bogor. Sunda: Cebreng, Cepbyer (Jabar), Kalikiria (Ciamis), Angrum (Garut).

Gliricidia kaya akan protein (23% CP) dan kalsium (1,2%). Kandungan seratnya tinggi (45% NDF) yang membuatnya sangat bagus sebagai sumber hijauan untuk ternak ruminansia. Permasalahan pada ternak hanya sebatas palatabilitasnya (kesukaan) saja, mengingat gamal ini memiliki bau menyengat, untuk mengatasinya sebelum diberikan sebaiknya dijemur atau dilayukan dan untuk membiasakan berikan pada saat ternak dalam kondisi lapar.

Budidaya gliricidia bisa dilakukan dengan penanam biji polong yang sudah tua ataupun dengan penanaman stek dari batangnya. Pemotongan pertama pohon gamal dianjurkan setelah tanaman berumur 1 tahun. Selang waktu atau interval pemotongan selanjutnya setiap 3 bulan sekali. Rata-rata produksi hijauan segar berkisar 2-5 kg per potong per pohon.

Sistem pemangkasan dua kali selama musim hujan dan dua kali selama musim kering dapat mengurangi peranggasan daun gamal sehingga gamal akan tetap menghijau sepanjang tahun (Nitis et al., 1991).

http://tipspetani.blogspot.com/2015/04/pakan-ternak-kambing-yang-baik.html

3. Turi (Sesbania Grandiflora)
Salah satu kendala penggunaan daun turi sebagai pakan ternak adalah rendahnya produksi biomass dan tidak tahan terhadap pemangkasan. produksi daun turi pada musim kemarau (1,7 kg/pohon/3-4 bulan) dan musim hujan (4,1 kg/pohon/2-3 bulan). Akan tetapi, turi relatif tahan terhadap kekeringan sehingga sangat bermanfaat sebagai sumber pakan kambing pada musim kemarau. Pada musim kemarau, dimana rumput sangat sulit didapatkan, turi masih tumbuh subur dan berproduksi dengan baik. Pemetikan daun turi tidak dilakukan secara total, namun dipetik sebagian besar daunnya dan menyisakan daun pada pucuknya agar pohon turi tidak mati.Turi seperti halnya gliricidia dapat dibudidayakan melalui biji dan ada juga jenis turi yang dapat dibudidayakan dari stek batangnya.

Untuk meningkatkan efisiensi penggunaannya, daun turi sebaiknya diberikan pada saat kebutuhan zat-zat makanan meningkat secara drastis, terutama pada akhir kebuntingan, awal laktasi dan cempe pada mas pertumbuhan. Hal ini dimaksudkan agar angka kematian anak dapat dicegah dan pertumbuhan anak lebih cepat.

http://tipspetani.blogspot.com/2015/04/pakan-ternak-kambing-yang-baik.html

4. Kaliandra (calliandra calothrysus)
Kaliandra digunakan secara luas untuk pakan ternak karena : daun, bunga, tangkai mempunyai kandungan protein cukup tinggi 20-25%, serta cepat tumbuh dan kemampuan bertunas tinggi setelah pemangkasan. Kaliandra dapat dibudidayakan melalui biji atau mengambil anakannya yang sudah berkar dari alam bebas kemudian ditanam di lahan yang sudah disediakan.

Pemanfaatan kaliandra sebagai hijauan pakan ruminansia telah memperlihatkan pengaruh yang menguntungkan tidak hanya performans produksi tetapi performans reproduksi ternak juga meningkat. Baik ternak ruminansia kecil maupun yang besar tidak memperlihatkan suatu masalah bila disuplementasi dengan kaliandra segar atau dalam bentuk silase tetapi tidak boleh dalam bentuk kering. Kaliandra dapat diberikan sendiri atau dalam campuran dengan legum lain yang tidak mengandung tanin untuk mensuplementasi ternak yang diberi rumput. Tambahan sumber energi sangat bermanfaat untuk meningkatkan performans produksi ternak.
Permasalahan kaliandra sebagai pakan ternak adalah kadar tannin yang tinggi sehingga mempunyai tingkat kecernaan yang rendah (30-60%).

Sistim “cofeeding” adalah cara pemberian pakan campuran antara legum yang mengandung kadar tannin tinggi seperti kaliandra dengan legum yang tidak mengandung tanin seperti gamal (gliricidia sepium) atau turi (sesbania grandifora). Tujuannya untuk mencegah sebagian dari protein terlarut dalam gamal agar tidak dipecah di dalam rumen yaitu dengan mengikatkannya pada tanin kaliandra. Kemudian diharapkan ikatan tanin-protein dapat pecah dalam pH abomasum yang rendah sehingga protein daun dapat langsung dimanfaatkan oleh ternak itu sendiri.

Namun demikian tidak perlu dikhawatirkan mengingat Kambing dilaporkan mempunyai kemampuan mencerna tannin karena memiliki enzim tannase pada mukosa ruminal (Begovic et al., 1978).

http://tipspetani.blogspot.com/2015/04/pakan-ternak-kambing-yang-baik.html

5. Rumput Taiwan: Ukurannya cukup besar , dapat mencapai 4 -5 meter. Bibit rumput jenis ini kami peroleh dari BIB Lembang. Ciri-cirinya : batangnya lunak, daun lebar berbulu lembut, tingkat nutrisi cukup baik, dan pada batang muda pangkal batangnya bawah yang dekat ke tanah berwarna kemerah merahan. Produktivitas tinggi, bisa mencapai 300 ton / hektar per tahun dengan kondisi pemupukan dan pemeliharaan optimal, produksi per rumpun bisa lebih dari 7 kilogram (basah) per panen.

Jenis rumput dan leguminosa tersebut di atas bisa diberikan dalam bentuk segar, atau bisa juga diolah menjadi silase dan hay apabila kondisinya berlimpah pada saat musim penghujan.

Semoga bermanfaat

SUMBER PROTEIN TERNAK DARI TANAMAN KALIANDRA

Kaliandra (Calliandra Calothyrsus) masuk ke Indonesia. Pada tahun 1936 dari Guetamala. Pada tahun 1974 Perum Perhutani memyebarkan benih ke berbagai desa diwilayah Jawa. Dalam waktu yang singkat,kaliandra di tanam secara luas oleh penduduk desa sebagai kayu bakar dan perbaikan tanah. 

Kaliandra juga sebagai pakan ternak, lebah madu, pupuk hijau, mencegak erosi dalam bentuk tanaman, dan sebagai pelindung tanaman kopi maupun pesemaian serta kayu bakar.

Penelitian yang dilakukan oleh Balai Penelitian menunjukkan bahwa kaliandra dapat diberikan dalam bentuk segar atau silage. Tetapi pemberian kaliandra dalam bentuk layu atau telah dilakukan pengeringan nilai nutrisinya turun secara dratis terutama kecernaan protein. 

Pemberian kaliandra dicampur dengan legum lain yang tidak mengandung tanin sudah dicobakan pada sapi dan hasilnya dapat memperbaiki performans reproduksi (calon bibit) dan produksi susu. Pemberian kaliandra dalam bentuk segar tidak ada masalah dengan palatabilitas dan pengaruh keracunan serta pengaruh negatif lainnya (Elizabeth dan Tangendaja, 2000). 

Oleh sebab itu sangat penting dilakukan penanaman kalindra dalam jumlah luas pada daerah-daerah terbuka atau terlantar agar kaliandra dapat ditingkatkan pemanfaatannya.